Kemas Journal:Jurnal Pengabdian masyarakat
Vol. 4 No. 1 (2026): Kemas Journal - Januari - Juni

Edukasi Penanganan Timbal pada Ikan Asap Bagi Siswa SMA Negeri 1 Muara Telang Kabupaten Banyuasin

Riya Liuhartana (Universitas PGRI Palembang)
Rih Laksmi Utpalasari (Universitas PGRI Palembang)
Sofian (Universitas PGRI Palembang)
Indah Anggraini Yusanti (Universitas PGRI Palembang)
Rahma Mulyani (Universitas PGRI Palembang)
Sujaka Nugraha (Universitas PGRI Palembang)
Haspen Wijaya (Universitas PGRI Palembang)
Wahid Hidayat (Universitas PGRI Palembang)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Keamanan pangan hasil perikanan merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan untuk melindungi kesehatan masyarakat. Salah satu permasalahan keamanan pangan pada produk hasil perikanan adalah cemaran logam berat timbal (Pb), terutama pada produk ikan asap tradisional yang diproses dan dipasarkan di lingkungan terbuka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai bahaya cemaran Pb pada ikan asap serta penanganan sederhana untuk mengurangi kandungan logam berat tersebut. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan melalui metode penyuluhan, diskusi interaktif, pemutaran video edukatif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Materi yang disampaikan meliputi keamanan pangan hasil perikanan, sumber kontaminasi Pb pada ikan asap, dampak kesehatan logam berat, serta pemanfaatan larutan asam jawa sebagai agen pengkelat alami untuk menurunkan kadar Pb pada ikan asap. Evaluasi dilakukan terhadap 12 responden perwakilan peserta kegiatan yang mengisi kuesioner secara lengkap. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman setelah kegiatan dilaksanakan. Persentase jawaban benar pada seluruh pertanyaan mencapai 100% pada post-test, sedangkan pada pre-test masih berkisar antara 0–58,3%. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa kegiatan edukasi berkontribusi terhadap peningkatan pengetahuan peserta mengenai keamanan pangan hasil perikanan dan penanganan ikan asap yang aman bagi kesehatan. Namun demikian, hasil kegiatan ini perlu diinterpretasikan secara hati-hati karena evaluasi dilakukan pada jumlah responden yang terbatas, tidak melibatkan kelompok kontrol, serta dilaksanakan segera setelah kegiatan sehingga belum dapat menggambarkan keberlanjutan peningkatan pengetahuan dalam jangka panjang.  

Copyrights © 2026