Kualitas bahasa dalam dokumen administrasi pemerintahan desa merupakan indikator penting profesionalisme dan tata kelola publik yang akuntabel. Namun, berbagai temuan menunjukkan bahwa dokumen resmi di tingkat desa masih mengandung kesalahan ejaan, ketidaktepatan diksi, serta struktur kalimat yang kurang efektif. Kondisi ini berpotensi menimbulkan ambiguitas informasi dan memengaruhi kredibilitas institusi, terlebih dalam konteks digitalisasi administrasi desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi aparatur Desa Naga Timbul dalam penggunaan bahasa Indonesia baku sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dalam penyusunan dokumen administratif. Metode pelaksanaan meliputi tahap identifikasi kebutuhan, perencanaan materi, sosialisasi kaidah kebahasaan, diskusi partisipatif, serta praktik langsung revisi dokumen. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman aparatur terhadap prinsip penggunaan ejaan, pemilihan istilah formal, dan penyusunan kalimat efektif dalam dokumen resmi. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan kesadaran bahwa ketepatan bahasa merupakan bagian integral dari peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesiapan menghadapi transformasi digital pemerintahan desa. Dengan demikian, penguatan literasi kebahasaan aparatur desa menjadi langkah strategis dalam mendukung administrasi yang profesional, transparan, dan responsif terhadap perkembangan teknologi informasi.
Copyrights © 2026