Sampah organik kering seperti serpihan kayu, bambu, ranting, dan daun kering masih banyak dijumpai di lingkungan permukiman, tetapi pemanfaatannya sebagai sumber energi alternatif belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah biomassa menjadi arang menggunakan reaktor double barrel serta memanfaatkannya sebagai bahan baku briket. Kegiatan dilaksanakan pada 3 September 2025 di RW 11 Kelurahan Taman, Kecamatan Taman, Kota Madiun melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik pembuatan arang dan briket, serta diskusi interaktif. Reaktor terdiri atas dua tabung koaksial, yaitu tabung bagian dalam sebagai ruang pirolisis dan tabung luar sebagai ruang pembakaran. Sebanyak 10 peserta yang terdiri atas 6 ibu rumah tangga, 3 bapak-bapak, dan 1 Ketua RW mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Hasil uji coba menunjukkan bahwa reaktor mampu menghasilkan arang dari biomassa bambu, meskipun masih menghasilkan asap dalam jumlah cukup banyak akibat kadar air biomassa dan bahan bakar yang belum benar-benar kering. Berdasarkan hasil evaluasi, dilakukan modifikasi reaktor dengan menambahkan ventilasi udara pada tabung luar untuk meningkatkan suplai oksigen sehingga proses pembakaran menjadi lebih sempurna dan produksi asap berkurang. Demonstrasi pembuatan briket juga memperoleh respons positif karena peserta dapat mempraktikkan secara langsung proses pencampuran, pencetakan, dan pengeringan briket. Kegiatan ini menunjukkan bahwa reaktor double barrel merupakan teknologi tepat guna yang sederhana, mudah dibuat, dan mudah dioperasikan pada skala rumah tangga. Penerapan teknologi ini berpotensi mendukung pengelolaan limbah biomassa yang lebih produktif, menghasilkan bahan bakar alternatif yang bernilai ekonomi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan limbah secara ramah lingkungan.
Copyrights © 2026