Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pemodelan Multi Channel dengan Lotsize Berbeda: Menggunakan Pendekatan Kontinyu Chatarina Dian Indrawati; Petrus Setya Murdapa
KONSTELASI: Konvergensi Teknologi dan Sistem Informasi Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.114 KB) | DOI: 10.24002/konstelasi.v2i1.5620

Abstract

Pusat perhatian pada paper  ini ialah bagian pencabangan distribusi (channel distribusi) pada suatu sistem supply chain. Lotsize pada masing-masing channel tersebut bisa berbeda-beda. Durasi-durasi waktu proses/kegiatan diasumsikan terdistribusi eksponensial. Konsep system dynamic digunakan untuk pemodelannya. Diambil contoh dua channel untuk mewakili multi channel. Hasil perhitungan terhadap satu contoh kasus menunjukkan kesesuaian perilaku antara model numerik system dynamics dengan model konseptualnya. Dalam hal ini terutama pada konsep mekanisme () dan profil kurva state of the system seturut waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cara kontinyu dapat memudahkan pemodelan dibandingkan dengan cara diskrit, dengan hasil yang tidak jauh berbeda.
Pendampingan Pemanfaatan Sisa Bambu Menjadi Arang dengan Reaktor Pirolisis Ke Masyarakat Desa Mojopurno untuk Meningkatkan Kemandirian Energi Bersih Leo Eladisa Ganjari; Theresia Liris Windyaningrum; Chatarina Dian Indrawati; Petrus Setya Murdapa
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v4i1.17733

Abstract

Masyarakat pedesaan memilih kayu dan ranting sebagai bahan bakar kegiatan masak-memasak di dapur daripada menggunakan minyak atau bahan bakar lain. Namun karena asap yang ditimbulkan maka pemerintah menyediakan gas elpiji tabung sebagai pengganti bahan bakar kayu dan ranting tersebut. Biaya yang dikeluarkan menjadi bertambah karena gas tersebut harus dibeli, meskipun dengan harga subsidi. Sementara itu ketersediaan kayu, bambu dan ranting banyak tersedia di pedesaan. Cara yang dapat ditempuh ialah mengubah sampah kayu dan ranting menjadi arang. Acara ini diadakan untuk memperkenalkan teknologi reaktor pembuat arang dari bahan sisa-sisa kayu, bambu atau ranting-ranting dengan metode pirolisis. Reaktor dibuat dari drum bekas. Sudah banyak tercipta teknologi tepat guna yang terpublikasi di berbagai media sosial. Teknologi itu perlu diimplementasikan ke pihak yang membutuhkan. Di daerah Mojopurno banyak terdapat sisa-sisa kayu yang tidak terpakai yang umumnya dimanfaatkan secara sederhana sebagai kayu bakar di dapur. Panas yang diperoleh tidak maksimal. Banyak asap yang timbul berdampak tidak bagus bagi penghuni rumah, juga bagi bumi secara keseluruhan karena menambah emisi carbon. Dengan menjadikannya arang, maka pemanfaatan energi dapat maksimum, dan yang juga penting: nyaris tidak menimbulkan asap. Arang yang diperoleh dapat menjadi bahan bakar bersih di dapur, terutama bagi masyarakat di desa Mojopurno.
Pemodelan Dinamis Proses Produksi Batch Satu Tahap Dalam Satu Mesin Dengan Memperhatikan Waktu Loading dan Waktu Proses Petrus Setya Murdapa; Chatarina Dian Indrawati; Theresia Liris Windyaningrum
INVENTORY: Industrial Vocational E-Journal On Agroindustry Vol 5, No 1 (2024): Published in June 2024
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/inventory.v5i1.192

Abstract

In the batch process, the company uses the same process facilities to produce various types of products. This allows businesses to change production in response to changes in market demand. Batch processes are widely used in industry. In many cases, batch processes provide several benefits over continuous processes, especially when the industry wants to ensure and maintain the quality standards of its products. This paper proposes a behavioral model of a single-stage batch processing system, using the language of system dynamics. When run, the behavioral model will provide an overview of how the system behaves. The system dynamics language is a formulation of a system of ordinary differential equations that is extracted from the real system being studied, in the form of a stock and flow diagram. The computation of this diagram is further implemented using software. Because it is actually a calculus method, the system dynamics language provides output data much faster than discrete simulation modeling. In this paper, the system behavior modeled is mainly loading, processing and unloading activities. The verification results carried out by testing it on two different case examples show that the model can sufficiently describe the behavior of the conceptual system logically so that the model can enrich experimental tool options related to batch production processes in the future.
Edukasi Pemanfaatan Biomassa Menjadi Arang dan Briket Skala Rumah Tangga Menggunakan Reaktor Double Barrel Petrus Setya Murdapa; Theresia Liris Windyaningrum; Leo Eladisa Ganjari; Chatarina Dian Indrawati
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i2.3070

Abstract

Sampah organik kering seperti serpihan kayu, bambu, ranting, dan daun kering masih banyak dijumpai di lingkungan permukiman, tetapi pemanfaatannya sebagai sumber energi alternatif belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah biomassa menjadi arang menggunakan reaktor double barrel serta memanfaatkannya sebagai bahan baku briket. Kegiatan dilaksanakan pada 3 September 2025 di RW 11 Kelurahan Taman, Kecamatan Taman, Kota Madiun melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik pembuatan arang dan briket, serta diskusi interaktif. Reaktor terdiri atas dua tabung koaksial, yaitu tabung bagian dalam sebagai ruang pirolisis dan tabung luar sebagai ruang pembakaran. Sebanyak 10 peserta yang terdiri atas 6 ibu rumah tangga, 3 bapak-bapak, dan 1 Ketua RW mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Hasil uji coba menunjukkan bahwa reaktor mampu menghasilkan arang dari biomassa bambu, meskipun masih menghasilkan asap dalam jumlah cukup banyak akibat kadar air biomassa dan bahan bakar yang belum benar-benar kering. Berdasarkan hasil evaluasi, dilakukan modifikasi reaktor dengan menambahkan ventilasi udara pada tabung luar untuk meningkatkan suplai oksigen sehingga proses pembakaran menjadi lebih sempurna dan produksi asap berkurang. Demonstrasi pembuatan briket juga memperoleh respons positif karena peserta dapat mempraktikkan secara langsung proses pencampuran, pencetakan, dan pengeringan briket. Kegiatan ini menunjukkan bahwa reaktor double barrel merupakan teknologi tepat guna yang sederhana, mudah dibuat, dan mudah dioperasikan pada skala rumah tangga. Penerapan teknologi ini berpotensi mendukung pengelolaan limbah biomassa yang lebih produktif, menghasilkan bahan bakar alternatif yang bernilai ekonomi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan limbah secara ramah lingkungan.
Perhitungan Ketinggian Tambahan Optimal Pada Sistem Filtrasi Pasir Dua Tabung Terbuka Seri Petrus Setya Murdapa; Leo Eladisa Ganjari; Chatarina Dian Indrawati; Theresia Liris Windyaningrum
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v4i2.1448

Abstract

Kajian ini mengusulkan metode perhitungan untuk menentukan ketinggian tambahan minimal pada sistem filtrasi pasir dua tabung terbuka yang disusun seri. Model dikembangkan dengan mengintegrasikan persamaan Ergun dan pendekatan Darcy–Weisbach untuk menghitung penurunan tekanan saat aliran air melewati media pasir. Tekanan hidrostatis pada masing-masing tabung kemudian dikaitkan dengan hasil perhitungan tersebut guna menetapkan kenaikan ketinggian yang diperlukan agar aliran tetap lancar tanpa menimbulkan luapan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa tambahan ketinggian minimal yang dibutuhkan adalah sekitar 12,1 cm untuk tabung pertama dan 11,2 cm untuk tabung kedua, yang kemudian dibulatkan menjadi 13 cm untuk implementasi di lapangan. Pengujian fisik menunjukkan bahwa aliran berlangsung lancar tanpa luapan, menegaskan keandalan metode ini dalam perancangan sistem filtrasi pasir dua tabung terbuka. Temuan ini memberikan dasar numerik penting dalam desain sistem filtrasi pasif berbasis gravitasi.
Penggunaan Gravity Location Model Dalam Menentukan Lokasi Optimal Hydrant Pada PT PG Rejo Agung Baru Yoga Adhitya Pradana; Chatarina Dian Indrawati
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v4i2.1559

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam operasional industri yang memiliki resiko tinggi terjadinya kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi optimal penempatan hydrant dengan menggunakan Gravity Location Model (GLM). Penempatan hydrant yang kurang efisien menjadi masalah utama pada sebuah perusahaan. Melalui observasi lapangan dan pengumpulan data koordinat serta tingkat aktivitas tiap sektor, dilakukan perhitungan titik pusat optimal berdasarkan jarak dan biaya risiko perpindahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa koordinat optimal untuk penempatan hydrant berada di titik X = 16,6 dan Y = 17,9. GLM merupakan metode yang efektif dalam perencanaan sistem keselamatan kerja, pada lingkungan industri yang memiliki risiko kebakaran tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam penataan ulang sistem proteksi kebakaran yang lebih strategis dan efisien. Penelitian ini juga mengacu pada standar internasional seperti NFPA 14 dan data risiko global dari Allianz Risk Barometer 2025. Kesimpulannya, penerapan GLM mampu menghasilkan sistem proteksi kebakaran yang lebih efektif dan efisien, mendukung penerapan K3 dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam kondisi darurat di lingkungan industri.
Reformulasi Metode Holt Dalam Kerangka System Dynamics Untuk Peramalan Adaptif Petrus Setya Murdapa; Theresia Liris Windyaningrum; Chatarina Dian Indrawati
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v5i1.2406

Abstract

Metode Holt merupakan salah satu pendekatan pemulusan eksponensial yang luas digunakan untuk peramalan deret waktu bertendensi. Namun, formulasi klasiknya memperlakukan parameter pemulusan sebagai konstanta eksogen yang tidak bereaksi terhadap performa model. Penelitian ini mengusulkan reformulasi metode Holt dalam kerangka system dynamics (SD), dengan merepresentasikan komponen level, tren, serta parameter pemulusan sebagai variabel level yang saling berinteraksi melalui mekanisme umpan balik berbasis kesalahan peramalan. Dua kasus simulasi numerik digunakan untuk membandingkan perilaku dinamis Holt konvensional dan SD Holt. Hasil simulasi menunjukkan bahwa meskipun kedua pendekatan memiliki struktur matematis dasar yang ekuivalen, keberadaan umpan balik adaptif pada SD Holt menghasilkan respons dinamis yang berbeda secara struktural, terutama pada kondisi data yang volatil. Dalam konteks rekayasa sistem produksi, formulasi SD Holt memungkinkan mekanisme peramalan yang terintegrasi dengan pengendalian kapasitas dan persediaan, sehingga lebih sesuai untuk dianalisis sebagai bagian dari sistem perencanaan dan pengendalian produksi yang bersifat dinamis. Kontribusi utama penelitian ini adalah perluasan metode Holt dari algoritma statistik rekursif menjadi model sistem dinamis adaptif yang eksplisit secara struktural.
Analisis Beban Kerja dan Kebutuhan Tenaga Kerja Divisi Logistik Industri Manufaktur dengan Metode Full Time Equivalent Chatarina Dian Indrawati; Theresia Liris Windyaningrum; Petrus Setya Murdapa; Wahyu Prabawati Putri Handayani
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v5i2.2914

Abstract

Peningkatan volume pemesanan dan kompleksitas aktivitas logistik berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan beban kerja pada Divisi Logistik PT XYZ. Kondisi tersebut dapat berdampak pada keterlambatan penyelesaian pekerjaan, meningkatnya lembur, dan menurunnya kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis beban kerja dan menentukan kebutuhan tenaga kerja optimal menggunakan Workload Analysis (WLA) dengan pendekatan Full Time Equivalent (FTE). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 15 karyawan Divisi Logistik. Data waktu siklus diolah menjadi waktu normal dan waktu baku dengan mempertimbangkan performance rating dan allowance sebesar 7%. Selanjutnya dilakukan perhitungan beban kerja dan nilai FTE untuk setiap karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh karyawan memiliki nilai FTE di atas 1,00 yang mengindikasikan kondisi overload. Nilai FTE tertinggi terdapat pada staf pengadaan jasa dan investasi sebesar 2,65, diikuti staf gudang sebesar 2,43 dan staf logistik sebesar 1,92. Tingginya beban kerja terutama ditemukan pada aktivitas pengadaan dan pengelolaan gudang. Meskipun demikian, kebutuhan tenaga kerja tidak sepenuhnya mengikuti hasil pembulatan nilai FTE karena masih terdapat peluang redistribusi pekerjaan dan pengoptimalan aktivitas administratif. Berdasarkan hasil evaluasi, kebutuhan tenaga kerja optimal direkomendasikan bertambah 4 orang, terdiri atas 1 orang pada bagian logistik, 1 orang pada bagian ekspedisi dan gudang, serta 2 orang pada bagian pengadaan.