Limbah organik yang dihasilkan dari kegiatan pemeliharaan taman dan lanskap di lingkungan PT Ecosolution Lombok (ESL) memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku kompos, namun belum dikelola secara optimal. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan karyawan pengelola taman dalam mengolah biomassa menjadi pupuk organik menyebabkan potensi limbah tersebut belum memberikan manfaat maksimal bagi perusahaan maupun lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan PT ESL dalam mengolah limbah organik menjadi kompos guna mendukung implementasi program low carbon perusahaan. Kegiatan dilaksanakan di Friend Village PT ESL Sekaroh, Lombok Timur, dengan melibatkan 8 orang karyawan pengelola taman dan lanskap. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi melalui ceramah, diskusi, demonstrasi, serta praktikum. Bahan yang digunakan dalam pembuatan kompos terdiri atas cacahan ranting Chromolaena odorata dan Lantana camara, daun segar, limbah sayuran, kotoran ternak, abu sekam, tanah, EM4, dan molase. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu memahami dan mempraktikkan tahapan pembuatan kompos secara mandiri. Proses pengomposan berlangsung dengan baik yang ditandai oleh peningkatan suhu pada fase awal, penyusutan volume biomassa, serta terbentuknya kompos berwarna cokelat kehitaman, bertekstur remah, dan tidak berbau menyengat. Kompos yang dibuat dalam lubang tanah menunjukkan tingkat kematangan yang lebih cepat dibandingkan kompos yang disimpan dalam karung. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas karyawan dalam pengelolaan limbah organik serta mendukung pemanfaatan biomassa menjadi pupuk organik yang bernilai guna sebagai bagian dari implementasi program low carbon di PT ESL
Copyrights © 2026