Wirdullutfi
Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Kompos Berbasis Limbah Organik untuk Mendukung Program Low Carbon di PT ESL Sekaroh I Gde Mertha; Agil Al Idrus; Ahmad Raksun; Rubiyatna Sakaroni; AA Sukarso; Heru Setiawan; Wirdullutfi; Ketut Sadiana
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15685

Abstract

Limbah organik yang dihasilkan dari kegiatan pemeliharaan taman dan lanskap di lingkungan PT Ecosolution Lombok (ESL) memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku kompos, namun belum dikelola secara optimal. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan karyawan pengelola taman dalam mengolah biomassa menjadi pupuk organik menyebabkan potensi limbah tersebut belum memberikan manfaat maksimal bagi perusahaan maupun lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan PT ESL dalam mengolah limbah organik menjadi kompos guna mendukung implementasi program low carbon perusahaan. Kegiatan dilaksanakan di Friend Village PT ESL Sekaroh, Lombok Timur, dengan melibatkan 8 orang karyawan pengelola taman dan lanskap. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi melalui ceramah, diskusi, demonstrasi, serta praktikum. Bahan yang digunakan dalam pembuatan kompos terdiri atas cacahan ranting Chromolaena odorata dan Lantana camara, daun segar, limbah sayuran, kotoran ternak, abu sekam, tanah, EM4, dan molase. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu memahami dan mempraktikkan tahapan pembuatan kompos secara mandiri. Proses pengomposan berlangsung dengan baik yang ditandai oleh peningkatan suhu pada fase awal, penyusutan volume biomassa, serta terbentuknya kompos berwarna cokelat kehitaman, bertekstur remah, dan tidak berbau menyengat. Kompos yang dibuat dalam lubang tanah menunjukkan tingkat kematangan yang lebih cepat dibandingkan kompos yang disimpan dalam karung. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas karyawan dalam pengelolaan limbah organik serta mendukung pemanfaatan biomassa menjadi pupuk organik yang bernilai guna sebagai bagian dari implementasi program low carbon di PT ESL
Sosialisasi Peran Mangrove Sebagai Pelindung Pesisir dan Penanaman Mangrove di Pantai Lembar Selatan Lombok Heru Setiawan; Eni Suyantri; Marosa Robi’atul Adawiyah; Wirdullutfi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15808

Abstract

Ekosistem mangrove tumbuh di perbatasan darat dan laut, dengan luasan ekosistem tersebut di Indonesia mencapai 28.614 km2, dan merupakan tutupan terluas kedua di dunia. Ekosistem mangrove memiliki peran ekologis vital diantaranya karena mampu mencegah pemanasan global serta habitat bagi berbagai flora fauna. Salah satu kawasan ekosistem mangrove di Lombok adalah kawasan mangrove Sekotong, termasuk yang berada di kawasan Lembar Selatan. Kerusakan mangrove secara masif terjadi, termasuk mangrove di Lembar Selatan, dengan kondisi sehat hanya bersisa 21%. Kegiatan pengabdian dilakukan dilakukan dalam empat tahapan, yaitu observasi, perencanaan, sosialisasi dan penanaman. Hasil observasi awal diperoleh bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami manfaat vital mangrove secara ekologi maupun ekonomi. Tahapan sosialisasi dilakukan dengan paparan materi kondisi mangrove di daerah Lembar Selatan, manfaat mangrove secara ekologis dan ekonomis, serta sesi diskusi. Tahapan penanaman diikuti oleh masyarakat dan dosen Universitas Mataram. Antusiasme peserta sangat tinggi, terbukti banyak pertanyaan dalam sesi diskusi serta antusiasme masyarakat dalam penanaman mangrove. Seluruh kegiatan pengabdian berlangsung secara. Kegiatan pengabdian diharapkan mampu memperbaiki Tingkat kerusakan mangrove di kawasan Lembaar Selatan.