Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan secara alami. TOGA memiliki potensi besar sebagai alternatif pengobatan tradisional yang mudah diperoleh dan ekonomis, namun pemanfaatannya di Desa Sumbergede masih belum optimal akibat keterbatasan pengetahuan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan TOGA. Metode yang digunakan meliputi persiapan, edukasi dan pelatihan, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup pengenalan tanaman obat, manfaat, cara pengolahan, dan praktik budidaya melalui pembuatan kebun TOGA percontohan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 67,5 meningkat menjadi 87,5 pada post-test. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan TOGA sebagai alternatif pengobatan alami dan pemanfaatan pekarangan rumah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa edukasi dan pendampingan TOGA efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026