Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literature Review: Pharmacological Activity and Characteristics of Red Onion (Allium cepa L.) Arista Wahyuningsih; Shinta Mayasari; Iski Weni Pebriarti; Sepbrilla Ananda Kusriadi
Indonesian Pharmacopeia Journal Vol. 2 No. 2 (2025): 31 July 2025
Publisher : LPPM Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/ipj.v2i2.54

Abstract

Shallot skin (Allium cepa L.) is a household waste that is still rarely utilized, even though it contains secondary metabolites such as flavonoids, anthocyanins, saponins, tannins, and other phenolic compounds that have pharmacological potential, especially as antioxidants and antibacterials. This study evaluates shallot skin's specific and non-specific pharmacognosy parameters through literature studies. Specific parameters include organoleptic, microscopic tests, and identifying active compound content using TLC, while non-specific parameters include water, ash, and contamination. The literature search method was done through Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect, using the criteria of articles from 2015 to 2025. The study results indicate that flavonoid content, especially quercetin, contributes significantly to the antioxidant and anti-inflammatory effects. Shallot skin also shows effective antibacterial and antimicrobial activity against pathogenic strains such as Staphylococcus aureus, Escherichia coli, and Salmonella typhi. In addition, the mechanism of inhibition of α-amylase and α-glucosidase enzymes shows potential as an antidiabetic agent. Anticancer activity is supported by the active compounds' ability to induce apoptosis and inhibit cancer cell proliferation. With its abundant bioactive compound profile, shallot skin has the potential to be developed.
EDUKASI PEMANFAATAN TOGA SEBAGAI SOLUSI ALAMI UNTUK KESEHATAN MANDIRI MASYARAKAT DI DESA SUMBERGEDE, KABUPATEN GRESIK Ivan Charles Seran; Adinugraha Amarullah; Arista Wahyuningsih; Yani Ambari; Dewi Rahmawati; Bela Fevi Aristia
ABDI WINA JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2026): Abdi Wina Edisi Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/hnrw6g32

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan secara alami. TOGA memiliki potensi besar sebagai alternatif pengobatan tradisional yang mudah diperoleh dan ekonomis, namun pemanfaatannya di Desa Sumbergede masih belum optimal akibat keterbatasan pengetahuan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan TOGA. Metode yang digunakan meliputi persiapan, edukasi dan pelatihan, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup pengenalan tanaman obat, manfaat, cara pengolahan, dan praktik budidaya melalui pembuatan kebun TOGA percontohan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 67,5 meningkat menjadi 87,5 pada post-test. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan TOGA sebagai alternatif pengobatan alami dan pemanfaatan pekarangan rumah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa edukasi dan pendampingan TOGA efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan secara berkelanjutan.