Pendidikan karakter dan pengembangan kreativitas di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan hal krusial mengingat lulusan SMK dituntut memiliki kompetensi teknis sekaligus soft skills yang kuat. Namun, pembelajaran formal di SMK cenderung berfokus pada hard skills, sehingga wadah pengembangan soft skills melalui kegiatan ekstrakurikuler menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program ekstrakurikuler Jurnalistik dan Drama (SIKMA) dalam mengembangkan karakter dan kreativitas siswa SMK Negeri 1 Parittiga. Evaluasi menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) dengan pendekatan mixed methods yang mengintegrasikan data kuantitatif melalui kuesioner skala Likert 1-4 dengan 40 item kepada 21 siswa aktif, dan data kualitatif melalui observasi partisipan sebanyak 6 kali serta wawancara mendalam semi-terstruktur dengan 5 informan kunci (wakil kesiswaan, pembina, ketua SIKMA, dan dua guru mata pelajaran). Hasil penelitian menunjukkan program SIKMA sangat efektif dengan skor keseluruhan 3,34 dari skala 4,0 (83,5%) dan reliabilitas instrumen Cronbach's Alpha 0,696. Evaluasi konteks menunjukkan relevansi tinggi (M=3,31), evaluasi input memadai (M=3,41), evaluasi proses efektif (M=3,38), dan evaluasi produk signifikan (M=3,28). Temuan kualitatif mengungkapkan transformasi kepercayaan diri sebagai dampak terkuat, kultur kolaboratif yang solid (M=3,76), dan dampak tidak terduga berupa transfer learning ke pembelajaran akademik. Tantangan utama meliputi ketergantungan pada pembina, keterbatasan fasilitas fisik, dan partisipasi terbatas. Program SIKMA terbukti efektif sebagai model ekstrakurikuler seni yang layak dipertahankan dan dikembangkan dengan rekomendasi peningkatan dokumentasi sistematis, diversifikasi sumber pendanaan, dan integrasi dengan kurikulum formal.
Copyrights © 2026