Kethy Inriani
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan dan Validasi Instrumen Non-Kognitif untuk Mengukur Sikap Terbuka terhadap Pendapat dalam Pembelajaran Teks Eksposisi Kethy Inriani; Edi Istiyono; Risky Setiawan; Siswantoyo Siswantoyo
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 1 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (March 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i1.380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji validitas serta reliabilitas instrumen non-kognitif berupa angket skala Likert untuk mengukur sikap terbuka terhadap pendapat orang lain dalam pembelajaran teks eksposisi. Proses pengembangan meliputi perumusan konstruk teoritis, validasi isi oleh ahli, uji coba lapangan, dan analisis reliabilitas internal. Instrumen dikembangkan menjadi 12 butir pernyataan berdasarkan tiga dimensi sikap terbuka yaitu keterbukaan terhadap berbagai pandangan, sikap kritis dalam menanggapi pendapat, dan keaktifan dalam menyampaikan pendapat. Validasi isi dilakukan oleh panel ahli, menghasilkan nilai Content Validity Index (CVI) yang menunjukkan validitas isi yang sangat baik. Uji coba instrumen dilakukan terhadap 128 siswa SMK kelas X di Kabupaten Bangka Barat. Analisis reliabilitas menggunakan koefisien Cronbach's Alpha menunjukkan perlunya penyempurnaan lebih lanjut. Analisis faktor eksploratori menunjukkan struktur faktor yang memerlukan evaluasi ulang terhadap ketiga dimensi yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen ini memiliki validitas isi yang cukup baik berdasarkan penilaian ahli, namun masih memerlukan penyempurnaan lebih lanjut dalam hal konsistensi internal sebelum dapat digunakan secara operasional untuk mengukur sikap terbuka terhadap pendapat dalam pembelajaran teks eksposisi di tingkat sekolah menengah kejuruan.
Evaluasi Program Ekstrakurikuler Jurnalistik dan Drama (SIKMA) dalam Mengembangkan Karakter dan Kreativitas Siswa SMK Kethy Inriani; Sudiyatno Sudiyatno; Widowati Pusporini
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 2 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i2.444

Abstract

Pendidikan karakter dan pengembangan kreativitas di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan hal krusial mengingat lulusan SMK dituntut memiliki kompetensi teknis sekaligus soft skills yang kuat. Namun, pembelajaran formal di SMK cenderung berfokus pada hard skills, sehingga wadah pengembangan soft skills melalui kegiatan ekstrakurikuler menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program ekstrakurikuler Jurnalistik dan Drama (SIKMA) dalam mengembangkan karakter dan kreativitas siswa SMK Negeri 1 Parittiga. Evaluasi menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) dengan pendekatan mixed methods yang mengintegrasikan data kuantitatif melalui kuesioner skala Likert 1-4 dengan 40 item kepada 21 siswa aktif, dan data kualitatif melalui observasi partisipan sebanyak 6 kali serta wawancara mendalam semi-terstruktur dengan 5 informan kunci (wakil kesiswaan, pembina, ketua SIKMA, dan dua guru mata pelajaran). Hasil penelitian menunjukkan program SIKMA sangat efektif dengan skor keseluruhan 3,34 dari skala 4,0 (83,5%) dan reliabilitas instrumen Cronbach's Alpha 0,696. Evaluasi konteks menunjukkan relevansi tinggi (M=3,31), evaluasi input memadai (M=3,41), evaluasi proses efektif (M=3,38), dan evaluasi produk signifikan (M=3,28). Temuan kualitatif mengungkapkan transformasi kepercayaan diri sebagai dampak terkuat, kultur kolaboratif yang solid (M=3,76), dan dampak tidak terduga berupa transfer learning ke pembelajaran akademik. Tantangan utama meliputi ketergantungan pada pembina, keterbatasan fasilitas fisik, dan partisipasi terbatas. Program SIKMA terbukti efektif sebagai model ekstrakurikuler seni yang layak dipertahankan dan dikembangkan dengan rekomendasi peningkatan dokumentasi sistematis, diversifikasi sumber pendanaan, dan integrasi dengan kurikulum formal.