Makroalga merupakan salah satu sumber daya hayati laut yang kaya akan senyawa bioaktif dan berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber antibakteri alami. Salah satu jenis makroalga yang tumbuh di Perairan Pantai Lumintang, Kabupaten Minahasa Tenggara, adalah Hypnea charoides. Makroalga ini diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder, seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan senyawa fenolik yang memiliki potensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak Hypnea charoides terhadap bakteri Helicobacter pylori. Proses ekstraksi sampel dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 95% sebagai pelarut. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada empat variasi konsentrasi, yaitu 100, 200, 300, dan 400 ?g/disk, masing-masing dengan tiga kali pengulangan. Diameter zona hambat yang terbentuk diukur menggunakan jangka sorong dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi ekstrak mampu menghambat pertumbuhan H. pylori dengan rata-rata diameter zona hambat masing-masing sebesar 10,71 mm; 11,37 mm; 11,37 mm; dan 11,38 mm. Sementara itu, kontrol negatif berupa akuades tidak menunjukkan adanya zona hambat. Temuan penelitian ini membuktikan bahwa ekstrak Hypnea charoides memiliki aktivitas antibakteri terhadap Helicobacter pylori. Oleh karena itu, makroalga ini berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber senyawa antibakteri alami yang berasal dari ekosistem laut.
Copyrights © 2026