EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi
Vol. 6 No. 3 (2026)

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN SASTRA DIGITAL BERBASIS KRITIK SASTRA, SDGs, DAN AI SEBAGAI PENGUATAN LITERASI KRITIS PESERTA DIDIK

Pardyatmoko Pardyatmoko (Universitas Veteran Bangun Nusantara)
Wahyu Dini Septiari (Universitas Veteran Bangun Nusantara)
Sukarno Sukarno (Universitas Veteran Bangun Nusantara)
Suparmin Suparmin (Universitas Veteran Bangun Nusantara)
Natasya Ayu Permadani (Universitas Veteran Bangun Nusantara)
Annisa Ummu Habibah (Universitas Veteran Bangun Nusantara)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Literature learning in schools is still predominantly dominated by a textual approach that focuses on understanding the intrinsic and extrinsic elements of literary works, resulting in limited development of students’ critical literacy skills. At the same time, the rapid advancement of digital technology, the growing utilization of Artificial Intelligence (AI), and the demands of achieving the Sustainable Development Goals (SDGs) require innovative learning models capable of integrating critical thinking, digital literacy, and global awareness. This study aims to develop a digital literature learning model based on literary criticism, SDGs, and AI to strengthen students’ critical literacy. The research employed a Research and Development (R&D) approach adapted from the Borg and Gall model, consisting of needs analysis, planning, product development, expert validation, revision, limited field testing, and evaluation stages. The participants included Indonesian language teachers and 32 eleventh-grade students at SMK Negeri 1 Wonogiri. Data were collected through observations, interviews, questionnaires, expert validation sheets, and pretest-posttest assessments, and were analyzed using quantitative and qualitative techniques. The results produced a learning model comprising six main stages: issue orientation, close reading, literary criticism, reflective discussion, creative production, and authentic assessment. Expert validation indicated a feasibility score of 86.8%, categorized as highly feasible. The limited field trial demonstrated an improvement in students’ critical literacy, with the mean score increasing from 59.7 to 83.2 and an N-Gain score of 0.58, which falls within the moderate category. The findings reveal that the integration of literary criticism, SDGs, and AI promotes a more critical, reflective, contextual, and relevant literature learning process aligned with the demands of twenty-first-century education. The novelty of this study lies in the systematic integration of literary criticism, SDGs, and AI within a single instructional design framework to enhance students’ critical literacy. ABSTRAK Pembelajaran sastra di sekolah masih didominasi oleh pendekatan tekstual yang berorientasi pada pemahaman unsur intrinsik dan ekstrinsik karya sastra sehingga belum optimal dalam mengembangkan literasi kritis peserta didik. Di sisi lain, perkembangan teknologi digital, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), dan tuntutan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) menuntut hadirnya model pembelajaran yang mampu mengintegrasikan kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan kesadaran global secara simultan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran sastra digital berbasis kritik sastra, SDGs, dan AI sebagai upaya memperkuat literasi kritis peserta didik. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model Borg dan Gall yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan produk, validasi ahli, revisi, uji coba terbatas, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas guru Bahasa Indonesia dan 32 peserta didik kelas XI SMK Negeri 1 Wonogiri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, lembar validasi ahli, serta tes pretest dan posttest, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menghasilkan model pembelajaran yang terdiri atas enam sintaks utama, yaitu orientasi isu, close reading, kritik sastra, diskusi reflektif, produksi karya, dan evaluasi autentik. Hasil validasi ahli menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 86,8% dengan kategori sangat layak. Uji coba terbatas menunjukkan peningkatan kemampuan literasi kritis peserta didik dengan nilai rata-rata meningkat dari 59,7 menjadi 83,2 dan nilai N-Gain sebesar 0,58 yang termasuk kategori sedang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi kritik sastra, SDGs, dan AI mampu menciptakan pembelajaran sastra yang lebih kritis, reflektif, kontekstual, dan relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model pembelajaran yang mengintegrasikan kritik sastra, SDGs, dan AI secara sistematis dalam satu desain pembelajaran untuk memperkuat literasi kritis peserta didik.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

edutech

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan berbantuan ...