Pardyatmoko Pardyatmoko
Universitas Veteran Bangun Nusantara

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Gaya Bahasa dalam Novel “Sinta” Karya Sunarno Sisworahardjo Pardyatmoko Pardyatmoko; Ajeng Rizkiana; Harsono Harsono; Agus Efendi; R Adi Deswijaya
Kawruh : Journal of Language Education, Literature and Local Culture Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/kawruh.v5i1.3954

Abstract

Novel Sinta karangan Sunarno Sisworahardjo memiliki banyak gaya bahasa retoris. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan ragam gaya bahasa retoris dalam novel Sinta karya Sunarno Sisworahardjo melalui pendekatan kajian stilistika. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Data berupa kata dan struktur kalimat yang mengandung gaya bahasa retoris dalam novel Sinta. Sumber data adalah novel Sinta karangan Sunarno Sisworahardjo. Teknik pengumpulan data memakai teknik simak, teknik catat dan teknik pilah unsur penentu. Hasil penelitian ditemukan gaya bahasa retoris meliputi gaya bahasa aliterasi, asindeton, polisindeton, pertanyaan retoris, hiperbola, perifrasis, tautologi. Kontribusi penelitian ini diarahkan untuk memberikan sumbangan pemikiran dan pengembangan teori kajian formal bahasa sastra, stilistika, gaya bahasa.
Menguatkan Pemahaman Stilistika Melalui Gaya Bahasa Slogan Iklan Kopi di Media Elektronik Ratri Aulia Sari Nurjanah; Sri Wahono Saptomo; Pardyatmoko Pardyatmoko
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3607

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa pada slogan iklan kopi di media elektronik yang dapat menguatkan pemahaman stilistika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian merupakan kalimat slogan iklan kopi di media elektronik. Sumber data utama yang digunakan sebagai sasaran dari penelitian ini berupa kalimat slogan iklan kopi di media elektronik seperti di televisi, radio, internet, dan media sosial. Data penelitian berupa kalimat slogan iklan kopi yang diperoleh melalui teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan catat. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 30 data yang terdiri dari 8 slogan dengan gaya bahasa perbandingan, 9 slogan dengan gaya bahasa pertentangan, 2 slogan dengan gaya bahasa pertautan, dan 11 slogan dengan gaya bahasa perulangan. Gaya bahasa dalam slogan iklan kopi berperan penting dalam memperkuat pemahaman stilistika melalui pemanfaatan elemen-elemen linguistik yang khas dan efektif.
PENGARUH GAYA BAHASA DALAM PENULISAN LIRIK LAGU UNTUNGNYA HIDUP HARUS TETAP BERJALAN KARYA BERNADYA Pardyatmoko; Hayuvia Hanida Purista; Anggun Cindy Armabella; Sri Wahono Saptomo; Devi Septiana
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i3.1225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan gaya bahasa dalam lagu Fortunately Life Must Go On. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari lirik lagu Fortunately Life Must Go On karya Bernadya, dengan fokus pada kata dan kalimat yang digunakan dalam lirik lagu tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi untuk mengumpulkan informasi terkait lagu, seperti judul, lirik, durasi, penulis, dan informasi relevan lainnya. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan studi pustaka untuk mencari literatur yang membahas teori atau pendekatan yang berkaitan dengan analisis lagu. Metode simak digunakan untuk mengamati lirik lagu secara cermat, sedangkan teknik pencatatan digunakan untuk merekam temuan dari hasil pengamatan berupa deskripsi kalimat yang mengandung kata dan kalimat bergaya bahasa. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya bahasa yang digunakan dalam lirik lagu tersebut meliputi metafora, repetisi, personifikasi, dan simbolisme. Dengan demikian, penggunaan gaya bahasa yang tepat mampu membangkitkan imajinasi dan kreativitas pendengar.
KONFLIK BATIN TOKOH NOVEL SENJA DAN PAGI KARYA ALFFY REV DAN LINKA ANGELIA: PSIKOLOGI SASTRA Dwi Tindika; Sri Muryati; Pardyatmoko Pardyatmoko
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 4 Number 3 October 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v4i3.50544

Abstract

This study aims to describe the characterizations and inner conflicts experienced by the character Alffy. This research method is descriptive qualitative. The research data is in the form of sentences and quotes that contain characterizations and inner conflicts. The data source for this research is the novel Senja Dan Pagi by Alffy Rev and Linka Angelia. Data collection techniques are reading, recording, and analyzing. The analysis techniques of this research are reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study are the characterizations of Alffy's character including responsibility, compassionate, kind, and brave. Inner conflict based on Abraham Maslow's theory that found data on the non-fulfillment of five needs, namely physiological, security, belonging and love, appreciation, and self-actualization. Alffy's character experiences an inner conflict due to unfulfilled needs which causes Alffy's character to feel afraid, sad, disappointed, and hopeless.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN SASTRA DIGITAL BERBASIS KRITIK SASTRA, SDGs, DAN AI SEBAGAI PENGUATAN LITERASI KRITIS PESERTA DIDIK Pardyatmoko Pardyatmoko; Wahyu Dini Septiari; Sukarno Sukarno; Suparmin Suparmin; Natasya Ayu Permadani; Annisa Ummu Habibah
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.12068

Abstract

Literature learning in schools is still predominantly dominated by a textual approach that focuses on understanding the intrinsic and extrinsic elements of literary works, resulting in limited development of students’ critical literacy skills. At the same time, the rapid advancement of digital technology, the growing utilization of Artificial Intelligence (AI), and the demands of achieving the Sustainable Development Goals (SDGs) require innovative learning models capable of integrating critical thinking, digital literacy, and global awareness. This study aims to develop a digital literature learning model based on literary criticism, SDGs, and AI to strengthen students’ critical literacy. The research employed a Research and Development (R&D) approach adapted from the Borg and Gall model, consisting of needs analysis, planning, product development, expert validation, revision, limited field testing, and evaluation stages. The participants included Indonesian language teachers and 32 eleventh-grade students at SMK Negeri 1 Wonogiri. Data were collected through observations, interviews, questionnaires, expert validation sheets, and pretest-posttest assessments, and were analyzed using quantitative and qualitative techniques. The results produced a learning model comprising six main stages: issue orientation, close reading, literary criticism, reflective discussion, creative production, and authentic assessment. Expert validation indicated a feasibility score of 86.8%, categorized as highly feasible. The limited field trial demonstrated an improvement in students’ critical literacy, with the mean score increasing from 59.7 to 83.2 and an N-Gain score of 0.58, which falls within the moderate category. The findings reveal that the integration of literary criticism, SDGs, and AI promotes a more critical, reflective, contextual, and relevant literature learning process aligned with the demands of twenty-first-century education. The novelty of this study lies in the systematic integration of literary criticism, SDGs, and AI within a single instructional design framework to enhance students’ critical literacy. ABSTRAK Pembelajaran sastra di sekolah masih didominasi oleh pendekatan tekstual yang berorientasi pada pemahaman unsur intrinsik dan ekstrinsik karya sastra sehingga belum optimal dalam mengembangkan literasi kritis peserta didik. Di sisi lain, perkembangan teknologi digital, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), dan tuntutan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) menuntut hadirnya model pembelajaran yang mampu mengintegrasikan kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan kesadaran global secara simultan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran sastra digital berbasis kritik sastra, SDGs, dan AI sebagai upaya memperkuat literasi kritis peserta didik. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model Borg dan Gall yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan produk, validasi ahli, revisi, uji coba terbatas, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas guru Bahasa Indonesia dan 32 peserta didik kelas XI SMK Negeri 1 Wonogiri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, lembar validasi ahli, serta tes pretest dan posttest, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menghasilkan model pembelajaran yang terdiri atas enam sintaks utama, yaitu orientasi isu, close reading, kritik sastra, diskusi reflektif, produksi karya, dan evaluasi autentik. Hasil validasi ahli menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 86,8% dengan kategori sangat layak. Uji coba terbatas menunjukkan peningkatan kemampuan literasi kritis peserta didik dengan nilai rata-rata meningkat dari 59,7 menjadi 83,2 dan nilai N-Gain sebesar 0,58 yang termasuk kategori sedang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi kritik sastra, SDGs, dan AI mampu menciptakan pembelajaran sastra yang lebih kritis, reflektif, kontekstual, dan relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model pembelajaran yang mengintegrasikan kritik sastra, SDGs, dan AI secara sistematis dalam satu desain pembelajaran untuk memperkuat literasi kritis peserta didik.
Peningkatan Kemampuan Public Speaking bagi Guru dan Siswa SMK Muhammadiyah Watukelir dengan Metode Bermain Peran Wahyu Dini Septiari; Pardyatmoko; Suparmin Suparmin; Dewi Kusumaningsih; Titik Sudiatmi
Educate: Journal of Community Service in Education Vol 5 No 2 (2025): Educate: Journal of Community Service in Education
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara guru dan siswa di SMK Muhammadiyah Watukeril melalui teknik role-playing. Keterampilan berbicara di depan umum sangat penting dalam pendidikan, karena membantu menyampaikan ide dan informasi dengan percaya diri. Metode role-playing dipilih karena menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Dalam kegiatan ini, siswa dan guru berlatih berbicara di depan umum melalui simulasi berbagai situasi, seperti presentasi, debat, dan dialog. Tujuannya adalah mengurangi ketegangan, meningkatkan keterampilan komunikasi, dan memperkuat kemampuan menyampaikan pesan secara jelas dan persuasif. Simulasi dirancang untuk mewakili berbagai skenario dunia nyata, memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengatasi tantangan berbicara di depan umum. Dengan berlatih dalam suasana yang santai, mereka dapat berbicara dengan percaya diri di hadapan banyak orang. Guru juga terlibat sebagai peserta, sehingga kolaborasi antara guru dan siswa dapat lebih intensif. Guru berperan penting dalam merealisasikan program pelatihan public speaking secara berkelanjutan di sekolah. Dengan penerapan metode ini, keterampilan public speaking siswa dan guru di SMK Muhammadiyah Watukeril diharapkan meningkat, baik dari segi percaya diri, kelancaran, maupun kemampuan menyampaikan pesan secara efektif.
STRATEGI MENDESKRIPSIKAN OBJEK SEBAGAI PEMBELAJARAN PUBLIC SPEAKING SISWA SMK Keysha Elia Putri Febryanti; Muhlis Fajar Wicaksana; Dewi Kusumaningsih; Pardyatmoko Pardyatmoko
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10806

Abstract

This study aims to describe the implementation of the strategy of describing objects as a public speaking learning for vocational high school students. The study used a qualitative descriptive design with one Indonesian language teacher and 32 grade XI students at a state vocational high school in Sukoharjo in the 2025/2026 academic year selected by purposive sampling as subjects. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews, and analysis of In-Depth Learning Plan (RPM) documents. Data analysis used the Miles and Huberman interactive model which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions, with data validity maintained through triangulation of sources and techniques. The results of the study showed that this strategy was implemented through five integrated aspects: (1) functional teaching materials based on CP Indonesian speaking aspects delivered demonstratively; (2) media in the form of concrete objects in the classroom environment chosen spontaneously; (3) six stages of the strategy including the teacher as a model, offering rewards, spontaneous topic selection, directions for minimizing pauses, oral descriptions without text, and evaluation; (4) formative evaluation based on appreciative oral feedback; and (5) independent follow-up in the form of practice in front of a mirror and family. The conclusion of the study shows that the strategy of describing objects effectively increases students' participation, speaking courage, and fluency, while progressively reducing anxiety about appearing in front of the class. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan strategi mendeskripsikan objek sebagai pembelajaran public speaking siswa SMK. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan subjek satu orang guru Bahasa Indonesia dan 32 siswa kelas XI di salah satu SMK Negeri di Sukoharjo tahun ajaran 2025/2026 yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM). Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ini dilaksanakan melalui lima aspek yang terintegrasi: (1) bahan ajar fungsional berbasis CP Bahasa Indonesia aspek berbicara yang disampaikan secara demonstratif; (2) media berupa objek konkret di lingkungan kelas yang dipilih secara spontan; (3) enam tahapan strategi meliputi guru sebagai model, penawaran reward, pemilihan topik spontan, arahan minimalisasi jeda, deskripsi lisan tanpa teks, dan evaluasi; (4) evaluasi formatif berbasis umpan balik lisan yang apresiatif; serta (5) tindak lanjut mandiri berupa latihan di depan cermin dan keluarga. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa strategi mendeskripsikan objek efektif meningkatkan partisipasi, keberanian berbicara, dan kelancaran siswa, sekaligus mengurangi kecemasan tampil di depan kelas secara progresif.