Minat baca masyarakat desa di Indonesia masih relatif rendah akibat keterbatasan akses, fasilitas yang kurang menarik, serta metode pembelajaran yang monoton. Perpustakaan Kelurahan Sumpang Menangae yang seharusnya menjadi pusat literasi seringkali belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas program Rumah Literasi Ceria sebagai model revitalisasi perpustakaan desa melalui metode storytelling kreatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi pada program literasi di salah satu desa mitra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode storytelling kreatif mampu meningkatkan partisipasi anak-anak, Secara keseluruhan dengan model storytelling minat dan suasana perpustakaan dari kempat indikator yaitu diperoleh hasil rata-rata indeks 3,7 dengan skala 4, artinya masuk kategori sangat memuaskan. Olehnya itu perlu memperkuat pemahaman bacaan, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan inklusif. Revitalisasi perpustakaan berbasis pendekatan partisipatif dan kreatif terbukti efektif dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat.
Copyrights © 2026