Literasi budaya merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan dalam pendidikan untuk memperkuat identitas budaya generasi muda di tengah arus globalisasi. Salah satu bentuk literasi budaya yang perlu dilestarikan adalah kemampuan mengenal dan menggunakan aksara daerah sebagai warisan budaya bangsa. Aksara Batak Toba dan Angkola merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat Batak yang memiliki nilai historis, linguistik, dan filosofis yang tinggi. Namun, perkembangan teknologi dan dominasi penggunaan aksara Latin menyebabkan pengetahuan siswa terhadap aksara Batak semakin menurun. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan literasi budaya siswa sekolah menengah melalui pembelajaran dan praktik aksara Batak Toba dan Angkola. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, pelatihan, praktik langsung, dan evaluasi hasil belajar. Kegiatan dilaksanakan pada siswa sekolah menengah dengan melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap sejarah, fungsi, dan bentuk aksara Batak serta meningkatnya keterampilan membaca dan menulis aksara Batak Toba dan Angkola. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiap sesi pelatihan. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat identitas budaya generasi muda. Dengan demikian, pembelajaran berbasis praktik dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan literasi budaya siswa melalui pengenalan aksara daerah
Copyrights © 2026