Perkembangan motorik halus merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia dini yang mendukung berbagai aktivitas belajar. Pembelajaran berbasis pengalaman seperti Cooking Class diyakini mampu memberikan stimulasi motorik sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Cooking Class dalam meningkatkan koordinasi mata–tangan, kekuatan jari, dan fleksibilitas gerak anak usia dini serta implikasinya terhadap perlindungan anak di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experimental design pada anak usia 5–6 tahun di RA Baitul Ibadah Kecamatan Binjai Barat. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi perkembangan motorik halus dan dianalisis secara deskriptif dengan didukung perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cooking Class meningkatkan seluruh indikator motorik halus, dengan peningkatan tertinggi pada koordinasi mata–tangan. Selain itu, penerapan kegiatan yang terstruktur, penggunaan alat dan bahan yang aman, serta pendampingan guru selama proses pembelajaran mendukung terciptanya lingkungan belajar yang selaras dengan prinsip perlindungan anak. Dengan demikian, Cooking Class dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan motorik halus sekaligus memperkuat praktik pembelajaran yang aman di satuan Pendidikan Anak Usia Dini.
Copyrights © 2026