Perkembangan teknologi dalam pemantauan kondisi fisiologis telah mendorong penggunaan aplikasi smartphone berbasis photoplethysmography (PPG) untuk mengukur detak jantung. Namun, akurasi pengukuran masih menjadi permasalahan utama jika dibandingkan dengan alat konvensional yang telah terstandarisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan akurasi pengukuran detak jantung antara aplikasi smartphone dan alat konvensional pada berbagai tingkat intensitas aktivitas kardiovaskular. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen komparatif terhadap 15 subjek. Pengukuran dilakukan menggunakan aplikasi smartphone dan heart rate monitor pada kondisi istirahat, aktivitas ringan, sedang, dan tinggi, kemudian dianalisis menggunakan selisih dan persentase error. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi smartphone memiliki akurasi yang baik pada kondisi intensitas rendah, namun mengalami penurunan seiring meningkatnya intensitas aktivitas. Sebaliknya, alat konvensional menunjukkan hasil yang lebih stabil dan konsisten pada seluruh kondisi pengukuran. Dengan demikian, aplikasi smartphone dapat digunakan sebagai alternatif pemantauan detak jantung untuk aktivitas intensitas rendah hingga sedang, tetapi belum mampu menggantikan alat konvensional pada aktivitas dengan kebutuhan akurasi tinggi
Copyrights © 2026