Kajian ini bertujuan menganalisis urgensi, landasan teoritis, dan rancangan pengembangan E-Modul berbasis STEAM yang mengintegrasikan bahan local (belimbing wuluh) dalam pembelajaran kimia, khususnya pada materi Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit. Tingkat literasi sains peserta didik Indonesia yang masih tergolong rendah, sebagaimana tercermin dari hasil survei PISA menjadi isu yang patut mendapat perhatian serius dalam dunia pendidikan kimia, terutama pada materi yang dikenal memiliki tingkat keabstrakan tinggi. Metode penelitian yang dgunakan adalah Studi Literatur Review (SLR) terhadap 13 artikel ilmiah terindeks yang diterbitkan dalam rentang tahun 2016 sampai 2025. Hasil penelusuran literatur mengungkapkan sejumlah temuan penting. E-Modul berbasis STEAM terbukti valid, praktis, dan efektif dalam mendorong peningkatan literasi sains sekaligus keterampilan berpikir kritis peserta didik. Selain itu, penerapan model Project-Based Learning (PjBL) yang disisipkan dalam kerangka STEAM mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna bagi peserta didik. Pada saat yang sama, Belimbing Wuluh terbukti memiliki pijakan ilmiah yang kuat sebagai elektrolit alami dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai komponen superkapasitor. E-Modul yang dirancang dalam kajian ini mengintegrasikan kelima elemen STEAM melalui proyek Bio-Baterai Belimbing Wuluh, sehingga peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis tentang daya hantar listrik, tetapi juga dapat mengembangkan literasi sains secara menyeluruh.
Copyrights © 2026