Pengelolaan faktor risiko stroke pada lansia belum optimal dan masih terbatas pada pemantauan berat badan serta tekanan darah, tanpa diikuti pengendalian perilaku berisiko seperti merokok, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, obesitas, hiperglikemia, dan dislipidemia. Nagari Pakandangan merupakan wilayah dengan prevalensi faktor risiko stroke yang tinggi, terutama hipertensi dan diabetes melitus pada lansia. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis pemberdayaan masyarakat. Tujuan: mengendalikan faktor risiko stroke melalui terapi afirmasi positif dan support group. Metode: Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2025 dengan sasaran 17 orang lansia dengan hipertensi dan diabetes melitus menggunakan pendekatan partisipatif dengan desain pre-post tanpa kelompok kontrol. Intervensi dilakukan selama 4 minggu melalui kegiatan simulasi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil: menunjukkan adanya peningkatan keterampilan peserta dalam melakukan terapi afirmasi positif serta perubahan perilaku pencegahan stroke. Selain itu, terjadi penurunan proporsi lansia dengan tekanan darah tinggi dari 100% menjadi 45,45% dan kadar gula darah tinggi dari 100% menjadi 50% setelah intervensi. Kesimpulan: terapi afirmasi positif dan support group berkontribusi dalam meningkatkan perilaku kesehatan serta menurunkan faktor risiko stroke pada lansia. Keterlibatan kader dan tenaga kesehatan berperan dalam mendukung keberlanjutan intervensi di masyarakat.
Copyrights © 2026