Ramaita Ramaita
Departemen Keperawatan, Fakultas Psikologi dan Kesehatan, Universitas Negeri Padang

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Studi Kasus : Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Nn. T dengan Resiko Perilaku Kekerasan Geby Syafira; Debby Sinthania; Dwi Happy Anggia Sari; Ramaita Ramaita
Jurnal Keperawatan Medika Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v2i1.44

Abstract

Gangguan jiwa merupakan keadaan dimana individu mengalami kesulitan dengan persepsinya terhadap kehidupan, kesulitan dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Data WHO tahun 2019, menunjukkan angka prevelensi gangguan jiwa di dunia sekitar 20 juta jiwa. Pada tahun 2013, Sumatera Barat mendapat peringkat ke 9 dengan jumlah gangguan jiwa terbanyak yaitu 50.608 jiwa. Pada tahun 2018 Sumatera Barat menduduki peringkat ke 7. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan Asuhan Keperawatan Jiwa pada pasien Resiko Perilaku Kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Prof. HB Saanin Padang. Studi Kasus dilakukan selama 6 hari dari tanggal 18 Februari s/d 23 Februari 2023. Pasien berjumlah 1 orang berinisial Nn.T Diagnosa pertama yang muncul yaitu Resiko Perilaku Kekerasan. Strategi pelaksaan yang dilakukan kepada pasien adalah dengan membina hubungan saling percaya, malatih cara mengontrol marah dengan latihan fisik 1 dan 2 (tarik nafas dalam dan pukul kasur dan bantal), minum obat, berbicara verbal, dan spiritual. Implementasi keperawatan selama 5 hari klien mampu mengontrol kemarahan dengan cara yang telah di ajarkan oleh perawat. Diharapkan manfaat bagi penulis adalah sebagai pedoman dalam asuhan keperawatan serta dapat menambah pengetahuan dan wawasan penulis dalam melaksanakan asuhan keperawatan.
Pembentukan Program dan Kader UKS tentang Pertolongan Pertama / First Aid pada Siswa Sekolah Dasar milya novera; Anggra Trisna Ajani; Putri Minas Sari; Reska Handayani; Ramaita Ramaita; Honesty Diana Morika; Rika Novariza
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 1 (2024): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i1.2567

Abstract

Pendidikan dasar adalah saat di mana anak-anak sangat aktif berinteraksi dengan teman teman  mereka.  Interaksi  dalam  bermain  kadang kadang  membawa  risiko  cedera  bagi anak-anak sekolah dasar. Angka kejadian cedera di sekolah secara nasional adalah 5,4%. Tingkat prevalensi tertinggi cedera terjadi pada anak sekolah, yakni sebesar 13% dan pada rentang usia 5-14 tahun. Pertolongan pertama merupakan keterampilan penting yang dapat menyelamatkan nyawa dalam situasi darurat. Program ini akan melibatkan pelatihan kader UKS yang akan bertanggung jawab dalam memberikan edukasi dan pelatihan pertolongan pertama kepada siswa. Pelaksanaan pengabdian masyakarat ini bertujuan untuk membentuk Program dan Kader UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) yang fokus pada pelatihan pertolongan pertama (First Aid) kepada siswa Sekolah Dasar 07 Toboh Palabah Pariaman. Metode dalam pelaksanaan ini yaitu pendekatan; sosialisasi, pelatihan praktek dan pendampingan, serta penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pertolongan pertama di lingkungan sekolah. Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di SDN 07 Toboh Palabah Kota Pariaman. Jumlah guru dan siswa yang mengikuti implementasi first aid dengan metode simulasi sebanyak 50 orang. Setelah dilakukan dintervensi mengevaluasi perubahan yang terjadi pada mitra terkait pengetahuan tentang implementasi first aid yang dimonitoring selama 3 bulan. Program ini memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada siswa dalam menangani keadaan darurat medis, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah dan sekitarnya
PEMBENTUKAN PROGRAM USAHA KESEHATAN JIWA SEKOLAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN PSIKOLOGIS REMAJA Ramaita Ramaita; Putri Sukma Deri; Triyana Harlia Putri; Milya Novera; Bunga Permata Wenny; Reska Handayani; Ridhyalla Afnuhazi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28222

Abstract

Abstrak: Gangguan Kesehatan jiwa merupakan penyebab utama kecacatan generasi muda diseluruh dunia. Secara global dilaporkan hampir 15% remaja usia 10-19 tahun mengalami gangguan kesehatan mental. Oleh karena itu perlunya keterlibatan sekolah dalam upaya penanganan kesehatan jiwa remaja dengan mengembangkan usaha kesehatan jiwa. UKS Jiwa adalah segala usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan jiwa warga sekolah. Kegiatan ini bertujuan membentuk program UKS jiwa di sekolah, melatih penggunaan buku petunjuk pelaksanaan program kesehatan jiwa, dan meningkatkan pengetahuan guru-guru tentang masalah psikologis pada remaja sehingga kedepannya guru-guru dapat mengenalkan tentang pentingnya kesehatan jiwa kepada warga sekolah sehingga dapat meningkatkan, memelihara, dan mempertahankan kesehatan jiwa sedini mungkin. Pelaksanaan pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di SMP 4 VII Koto Sungai Sariak. Sasaran utama adalah guru kesiswaan, guru Pembina UKS Jiwa, dan seluruh guru disekolah yang berjumlah 32 orang. Metode kegiatan dengan membentuk UKS jiwa, membuat Buku Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Program Kesehatan Jiwa, membentuk struktur organisasi UKS Jiwa serta memberikan penyuluhan tentang masalah psikologis remaja. Evaluasi kegiatan menggunakan kuisioner pre-test dan post-test dengan 30 pertanyaan. Setelah diberikan Pendidikan kesehatan sebagian besar pengetahuan guru-guru mengalami peningkatan, dengan rata-rata nilai sebelum dilakukan intervensi adalah 55,7 dan rata-rata nilai setelah dilakukan intervensi meningkat menjadi 87,9.Abstract: Mental health disorders are the leading cause of disability in young people worldwide. Globally, it is reported that almost 15% of adolescents aged 10-19 years experience mental health disorders. Therefore, it is necessary for schools to be involved in efforts to address adolescent mental health by developing mental health efforts. UKS Jiwa is all efforts made to improve the mental health of school residents. This activity aims to form a UKS jiwa program in schools, train the use of mental health program implementation manuals, and increase teachers' knowledge about psychological problems in adolescents so that in the future teachers can introduce the importance of mental health to school residents so that they can improve, maintain, and maintain mental health as early as possible. The implementation of this community service was carried out at SMP 4 VII Koto Sungai Sariak. The main targets are student teachers, UKS Jiwa mentor teachers, and all teachers in the school totaling 32 people. The method of activity is to form a UKS jiwa, create a Mental Health Program Implementation Manual (Juklak), form a UKS Jiwa organizational structure and provide counseling on adolescent psychological problems. Evaluation of activities using pre-test and post-test questionnaires with 30 questions. After being given health education, most of the teachers' knowledge increased, with an average value before the intervention being 55.7 and an average value after the intervention increasing to 87.9.
Optimalisasi Self Care Pada Penderita Hipertensi Melalui Edukasi Latihan Relaksasi Otot Progresif Reska Handayani; Aulia Asman; Alimuddin Alimuddin; Ramaita Ramaita
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.1109

Abstract

Kelurahan Pasir terletak di wilayah kerja Puskesmas Pariaman dengan jumlah kasus hipertensi tertinggi dengan 11.523 kasus di Kota Pariaman. Tingkat Pengetahuan Masyarakat masih rendah dalam pemahaman merawat diri sendiri, sehingga pengontrolan tekanan darah terabaikan. Media pendidikan kesehatantentang pencegahan terjadinya hipertensi diantaranya dengan latihan otot progresif. Kegiatan ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi latihan otot progresifterhadap kemampuan pasien hipertensi untuk merawat diri sendiri (self-care) dalam mengontrol tekanan darahnya. Metode pelaksanaan dengan sosialisasi dan mendemonstrasikan relaksasi otot progresif. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Pasir Kota Pariaman. Sasaran Masyarakat dan keluarga yang memiliki Riwayat hipertensi berjumlah 20 orang. Metode Kegiatan yaitu pemberian edukasi dan penyuluhan relaksasi otot progresif, pembentukan kelompok kader Masyarakat peduli hipertensi dan simulasi langsung latihan otot progresif terhadap pengontrolan tekanan darah. Evaluasi kegiatan menggunakan pretest dan post untuk menggali sejauh mana pengetahuan informasi, perawatan mandiri hipertensi dan manfaat Latihan otot progresif terhadap pengontrolan darah. Setelah diberikan edukasi rata- rata pengetahuan masyarakat mengalami peningkatan dengan nilai rata- rata sebelum diberikan intervensi 6,60 dan setelah dilakukan intervensi meningkat menjadi 7,50
TERAPI AFIRMASI POSITIF DAN SUPPORT GROUP UNTUK PENCEGAHAN STROKE PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DAN DIABETES: POSITIVE AFFIRMATION THERAPY AND SUPPORT GROUPS FOR STROKE PREVENTION IN ELDERLY WITH HYPERTENSION AND DIABETES Vivi Yuderna; Armaita Armaita; Mike Asmaria; Ramaita Ramaita; Mariza Elvira
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3175

Abstract

Pengelolaan faktor risiko stroke pada lansia belum optimal dan masih terbatas pada pemantauan berat badan serta tekanan darah, tanpa diikuti pengendalian perilaku berisiko seperti merokok, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, obesitas, hiperglikemia, dan dislipidemia. Nagari Pakandangan merupakan wilayah dengan prevalensi faktor risiko stroke yang tinggi, terutama hipertensi dan diabetes melitus pada lansia. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis pemberdayaan masyarakat. Tujuan: mengendalikan faktor risiko stroke melalui terapi afirmasi positif dan support group. Metode: Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2025 dengan sasaran 17 orang lansia dengan hipertensi dan diabetes melitus menggunakan pendekatan partisipatif dengan desain pre-post tanpa kelompok kontrol. Intervensi dilakukan selama 4 minggu melalui kegiatan simulasi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil:  menunjukkan adanya peningkatan keterampilan peserta dalam melakukan terapi afirmasi positif serta perubahan perilaku pencegahan stroke. Selain itu, terjadi penurunan proporsi lansia dengan tekanan darah tinggi dari 100% menjadi 45,45% dan kadar gula darah tinggi dari 100% menjadi 50% setelah intervensi. Kesimpulan: terapi afirmasi positif dan support group berkontribusi dalam meningkatkan perilaku kesehatan serta menurunkan faktor risiko stroke pada lansia. Keterlibatan kader dan tenaga kesehatan berperan dalam mendukung keberlanjutan intervensi di masyarakat.
TERAPI AFIRMASI POSITIF DAN SUPPORT GROUP UNTUK PENCEGAHAN STROKE PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DAN DIABETES: POSITIVE AFFIRMATION THERAPY AND SUPPORT GROUPS FOR STROKE PREVENTION IN ELDERLY WITH HYPERTENSION AND DIABETES Vivi Yuderna; Armaita Armaita; Mike Asmaria; Ramaita Ramaita; Mariza Elvira
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3175

Abstract

Pengelolaan faktor risiko stroke pada lansia belum optimal dan masih terbatas pada pemantauan berat badan serta tekanan darah, tanpa diikuti pengendalian perilaku berisiko seperti merokok, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, obesitas, hiperglikemia, dan dislipidemia. Nagari Pakandangan merupakan wilayah dengan prevalensi faktor risiko stroke yang tinggi, terutama hipertensi dan diabetes melitus pada lansia. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis pemberdayaan masyarakat. Tujuan: mengendalikan faktor risiko stroke melalui terapi afirmasi positif dan support group. Metode: Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2025 dengan sasaran 17 orang lansia dengan hipertensi dan diabetes melitus menggunakan pendekatan partisipatif dengan desain pre-post tanpa kelompok kontrol. Intervensi dilakukan selama 4 minggu melalui kegiatan simulasi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil:  menunjukkan adanya peningkatan keterampilan peserta dalam melakukan terapi afirmasi positif serta perubahan perilaku pencegahan stroke. Selain itu, terjadi penurunan proporsi lansia dengan tekanan darah tinggi dari 100% menjadi 45,45% dan kadar gula darah tinggi dari 100% menjadi 50% setelah intervensi. Kesimpulan: terapi afirmasi positif dan support group berkontribusi dalam meningkatkan perilaku kesehatan serta menurunkan faktor risiko stroke pada lansia. Keterlibatan kader dan tenaga kesehatan berperan dalam mendukung keberlanjutan intervensi di masyarakat.