PAUD kontemporer kerap meminggirkan identitas budaya lokal melalui dominasi standar kurikulum Eurosentris, sehingga berisiko melemahkan rasa aman budaya anak. Tulisan ini mengeksplorasi implementasi etnopedagogi melalui musik dan gerak tradisional di RA At Taqwa, Manado, Indonesia. Berdasarkan observasi lapangan mendalam, penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas ritmik dan kinetik tradisional tidak hanya berfungsi sebagai pelestarian budaya atau hiburan, tetapi juga sebagai strategi pembelajaran menubuh. Melalui pengalaman sensori, gerak, dan ritme, anak membangun pengetahuan, identitas budaya, serta keterhubungan sosial secara alami. Sinkronisasi ritmik dan negosiasi ruang bersama turut menumbuhkan regulasi diri, resiprositas sosial, atensi, kontrol diri, dan ekspresi emosional positif dalam suasana belajar yang bebas tekanan. Studi ini menyimpulkan bahwa musik dan gerak tradisional merupakan instrumen etnopedagogis penting untuk mendukung perkembangan sosio-emosional, rasa memiliki, dan penguatan identitas budaya anak usia dini.
Copyrights © 2026