Masuknya usia pra-lansia (45–59 tahun) ditandai dengan penurunan fungsi fisiologis tubuh, penurunan fleksibilitas otot, kekakuan sendi, dan peningkatan risiko keluhan nyeri otot serta cedera ringan akibat aktivitas sehari-hari. Masalah ini sangat dirasakan oleh warga kelompok pra-lansia di Desa Bajak, yang memiliki pemahaman rendah mengenai cara menjaga kebugaran dan mencegah cedera. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat tentang manfaat serta penerapan teknik dasar sport massage yang aman dan tepat untuk menjaga kebugaran serta mencegah cedera. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan teori, demonstrasi teknik pijat, praktik langsung, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta dari rata-rata 45% sebelum kegiatan menjadi 88% setelah kegiatan. Peserta mampu menerapkan teknik dasar seperti effleurage, petrissage, tapotement, dan vibration dengan benar, serta melaporkan penurunan keluhan nyeri otot, rasa lebih rileks, dan peningkatan mobilitas tubuh. Disimpulkan bahwa edukasi sport massage efektif meningkatkan kebugaran dan menjadi upaya preventif cedera pada kelompok pra-lansia di Desa Bajak.
Copyrights © 2026