Kemampuan problem solving anak usia dini perlu dikembangkan sejak awal karena berkaitan dengan kemampuan berpikir logis, sistematis, dan terarah dalam menghadapi permasalahan. Hasil observasi di TK Taman Sari Surabaya menunjukkan bahwa kemampuan problem solving anak usia 5–6 tahun masih rendah, terutama pada indikator dekomposisi dan algoritma. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media Lampah Arah berbasis unplugged coding untuk menstimulasi kemampuan problem solving anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Subjek penelitian berjumlah 15 anak Kelompok B TK Taman Sari Surabaya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan lembar observasi kemampuan problem solving. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 11,07 pada pretest menjadi 15,07 pada posttest. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,7 termasuk kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa media Lampah Arah dapat menjadi alternatif pembelajaran PAUD yang konkret, menyenangkan, dan mudah diterapkan untuk mengenalkan konsep berpikir komputasional tanpa perangkat digital.
Copyrights © 2026