Ketergantungan sektor pertanian terhadap pupuk kimia sintetis secara terus-menerus memicu degradasi kualitas lahan dan meningkatkan biaya produksi petani lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi valorisasi limbah padat berupa kulit singkong (Manihot esculenta) menjadi Pupuk Organik Cair (POC) sebagai alternatif pemenuhan hara tanaman yang ramah lingkungan dan ekonomis. Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan mengamati proses fermentasi anaerob menggunakan starter Effective Microorganisms-4 (EM4) dan larutan molase selama 14 hari. Parameter yang diuji meliputi kadar Nitrogen (N), Fosfor(P2 O5), Kalium (K2O), dan derajat keasaman (pH). Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa POC kulit singkong memiliki kandungan unsur hara makro yang bervariasi, dengan kadar Nitrogen total sebesar 0,08%, Fosfor (P2 O5)sebesar 0,02%, dan akumulasi Kalium (K2O) yang signifikan mencapai 0,26%, serta tingkat keasaman (pH) berada pada angka 4,37. Meskipun kandungan Nitrogen dan Fosfor relatif rendah dibandingkan standar baku mutu pupuk cair komersial, tingginya konsentrasi Kalium alami memproyeksikan POC ini sangat potensial diorientasikan sebagai pupuk suplemen pada fase generatif tanaman. Pemanfaatan limbah ini diharapkan dapat menjadi strategi aplikatif bagi masyarakat lokal dalam mengurangi ketergantungan pupuk eksternal sekaligus mereduksi dampak lingkungan akibat limbah agroindustri.
Copyrights © 2026