Keterampilan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan komunikasi matematis merupakan keterampilan yang perlu dimiliki oleh setiap peserta didik dalam pembelajaran Matematika abad ke-21, namun peserta didik sekolah dasar belum memiliki keterampilan tersebut sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis peningkatan aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, keterampilan memecahkan masalah, dan komunikasi matematis melalui penerapan model PENATA (kombinasi model Problem Based Learning, Two Stay Two Stray, dan Teams Games Tournament). Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian yaitu siswa kelas IV SDN Melayu 11 Banjarmasin yang berjumlah 12 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi atau pengamatan dan tes tertulis. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Kualitatif Deskriptif dan Analisis Cross Tabulasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa aktivitas guru meningkat dari 70% menjadi 98%. Aktivitas siswa meningkat dari 50% menjadi 92%. Keterampilan berpikir kritis meningkat dari 50% menjadi 100%. Keterampilan memecahkan masalah meningkat dari 42% menjadi 92%. Komunikasi matematis meningkat dari 33% menjadi 92%. Peningkatan aktivitas dan keterampilan matematis tersebut berdampak pada tercapainya ketuntasan hasil belajar siswa. Model PENATA dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Matematika di sekolah dasar
Copyrights © 2026