Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Model PENATA Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Memecahkan Masalah dan Komunikasi Matematis Siswa Sekolah Dasar Elma Mufida; Ahmad Suriansyah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.791

Abstract

Keterampilan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan komunikasi matematis merupakan keterampilan yang perlu dimiliki oleh setiap peserta didik dalam pembelajaran Matematika abad ke-21, namun peserta didik sekolah dasar belum memiliki keterampilan tersebut sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis peningkatan aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, keterampilan memecahkan masalah, dan komunikasi matematis melalui penerapan model PENATA (kombinasi model Problem Based Learning, Two Stay Two Stray, dan Teams Games Tournament). Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian yaitu siswa kelas IV SDN Melayu 11 Banjarmasin yang berjumlah 12 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi atau pengamatan dan tes tertulis. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Kualitatif Deskriptif dan Analisis Cross Tabulasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa aktivitas guru meningkat dari 70% menjadi 98%. Aktivitas siswa meningkat dari 50% menjadi 92%. Keterampilan berpikir kritis meningkat dari 50% menjadi 100%. Keterampilan memecahkan masalah meningkat dari 42% menjadi 92%. Komunikasi matematis meningkat dari 33% menjadi 92%. Peningkatan aktivitas dan keterampilan matematis tersebut berdampak pada tercapainya ketuntasan hasil belajar siswa. Model PENATA dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Matematika di sekolah dasar
Transformasi Keterampilan Guru Mengembangkan Perangkat Ajar Berbasis Deep Learning Berbantuan AI : Program Pelatihan di Banjarmasin Utara Bagus Aulia Iskandar; Ahmad Riandy Agusta; M. Ziyan Takhqiqi Arsyad; Arif Rahman Prasetyo; Dede Dewantara; Yayuk Hartini; Elma Mufida; Nur Saniah Widya
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i1.2097

Abstract

Elementary education is currently facing the challenges of the Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0, necessitating effective curriculum innovation to equip students with future competencies. The Deep Learning (DL) approach is a national priority, but shifts in learning activity policies determine teachers' readiness to implement it. Low understanding and minimal curriculum innovation, especially in the context of Deep learning integration management, pose significant obstacles to effective learning implementation. The Elementary School Teacher Working Group (KKG) in North Banjarmasin District, as the partner, directly experiences these constraints, reinforcing the urgency of this intervention.The objective of this Community Service program is to enhance the capacity of elementary school teachers in designing Deep Learning-integrated curricula. The method employed is intensive training based on local and applied case studies, specifically designed to directly improve teachers' managerial and innovative skills. The anticipated impact is an increase in teacher awareness and competence in managing curricula that are adaptive and relevant to the digital era. This program not only empowers local teachers but also aligns with the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) policy and the University's Key Performance Indicators (IKU 2, 7, 8, and 9) through strategic collaboration and project-based learning. Thus, this training serves as a strategic step to bridge the competency gap and support national education innovation.