Al-Qur’an sangat sering menggunakan gaya perumpamaan, analogi, atau membandingkan satu hal dengan hal lainnya. Gaya bahasa seperti ini sengaja digunakan agar pesan-pesan yang sifatnya abstrak, mendalam, atau sulit dibayangkan oleh pikiran, bisa menjadi lebih konkret dan mudah dicerna. Fokus utama yang sering digambarkan menggunakan gaya perumpamaan di dalam Al-Qur’an adalah mengenai sifat, mental, dan karakter manusia. Manusia adalah makhluk yang sangat kompleks dengan segala sisi baik dan buruknya. Al-Qur’an tidak hanya menilai manusia secara hitam putih, melainkan memotret berbagai perilaku mereka dengan sangat detail. Oleh karena itu, artikel jurnal ini ditulis untuk mengupas lebih dalam mengenai perumpamaan-perumpamaan yang ada di dalam Surat Al-Hujurat dan melihat bagaimana cara bahasa tersebut menggambarkan karakter manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research), di mana Surat Al-Hujurat diposisikan sebagai objek material dan teori tasybih dari rumpun ilmu Bayan bertindak sebagai objek formal. Pembahasan dirangkum ke dalam tiga tahapan utama yang saling berkaitan: identifikasi ayat tasybih dalam Surat Al-Hujurat, analisis representasi sifat dan karakter buruk manusia, serta relevansi representasi karakter Surat Al-Hujurat di era modern.
Copyrights © 2026