Fenomena bimbingan belajar dalam lanskap pendidikan kontemporer tidak lagi dipandang hanya sebagai layanan tambahan di luar sekolah. Dalam banyak konteks, bimbingan belajar bergerak mengikuti sistem persekolahan formal, terutama dalam hal mata pelajaran, target akademik, dan orientasi evaluasi. Artikel ini bertujuan menelaah bagaimana kaitan antara maraknya bimbingan belajar dan pergeseran otoritas pedagogik guru di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis literature review dengan menelaah berbagai pustaka yang relevan yang diperoleh melalui berbagai sumber/basis literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa bimbingan belajar tidak hanya berfungsi sebagai pendamping akademik, tetapi juga menjadi ruang belajar yang semakin dipercaya siswa karena dianggap lebih praktis, komunikatif, dan responsif terhadap kebutuhan ujian. Kondisi ini mendorong terjadinya pergeseran pusat kepercayaan belajar dari guru kepada tutor, meskipun guru tetap memiliki legitimasi formal di sekolah. Pergeseran tersebut dipengaruhi oleh budaya pendidikan yang berorientasi hasil, keterbatasan pembelajaran di kelas, serta meningkatnya ekspektasi orang tua terhadap capaian akademik.
Copyrights © 2026