Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDIDIKAN KESEHATAN MENTAL PADA ANAK DI PAUD TERPADU QURROTA'AYUN KOTA PEKALONGAN Dewi Anggraeni; Agus Khumaedy; Lilik Riandita; Ulul Albab; Sutrisno Sutrisno
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3115-3121

Abstract

Kesehatan mental pada anak menjadi salah satu isu dalam dunia pendidikan. Kemajuan teknologi sedikit banyak berdampak kepada kesehatan mental anak di mana saat ini anak-anak usia dini tidak dapat dilepaskan dari pengaruh gadget.  Tujuan pengabdian ini untuk memberikan edukasi kepada orang tua terkait dengan pendidikan kesehatan mental anak. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Service Learning (SL) yang mengacu kepada pendekatan Experiental Learning dengan melibatkan sekolah PAUD Terpadu Aisiyah Qurota’ayun sebagai mitra dan orang tua murid. Hasil pengabdian ini menunjukan bahwa pola asuh orang tua dalam keluarga memiliki peran yang signifikan dalam pembentukan mental anak. Kesehatan mental tidak selalu identik dengan gangguan jiwa. tetapi terdapat banyak kecenderungan yang mengindikasi bahwa ada gangguan jiwa ringan dalam anak termasuk kecenderungan untuk menggunakan gadget  secara berlebih sehingga terisolasi dari kehidupan sosial. Dalam membangun kesehatan mental anak perlu kesadaran dari orang tua untuk membangun hubungan yang harmonis dalam lingkungan keluarga. Pengabdian ini berkontribusi terhadap pendidikan parenting bagi orang tua.
PENDIDIKAN KESEHATAN MENTAL PADA ANAK DI PAUD TERPADU QURROTA'AYUN KOTA PEKALONGAN Dewi Anggraeni; Agus Khumaedy; Lilik Riandita; Ulul Albab; Sutrisno Sutrisno
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3115-3121

Abstract

Kesehatan mental pada anak menjadi salah satu isu dalam dunia pendidikan. Kemajuan teknologi sedikit banyak berdampak kepada kesehatan mental anak di mana saat ini anak-anak usia dini tidak dapat dilepaskan dari pengaruh gadget.  Tujuan pengabdian ini untuk memberikan edukasi kepada orang tua terkait dengan pendidikan kesehatan mental anak. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Service Learning (SL) yang mengacu kepada pendekatan Experiental Learning dengan melibatkan sekolah PAUD Terpadu Aisiyah Qurota’ayun sebagai mitra dan orang tua murid. Hasil pengabdian ini menunjukan bahwa pola asuh orang tua dalam keluarga memiliki peran yang signifikan dalam pembentukan mental anak. Kesehatan mental tidak selalu identik dengan gangguan jiwa. tetapi terdapat banyak kecenderungan yang mengindikasi bahwa ada gangguan jiwa ringan dalam anak termasuk kecenderungan untuk menggunakan gadget  secara berlebih sehingga terisolasi dari kehidupan sosial. Dalam membangun kesehatan mental anak perlu kesadaran dari orang tua untuk membangun hubungan yang harmonis dalam lingkungan keluarga. Pengabdian ini berkontribusi terhadap pendidikan parenting bagi orang tua.
Pergeseran Otoritas Guru di Tengah Maraknya Bimbingan Belajar Arditya Prayogi; Lilik Riandita; Bagas Mukti Nasrowi; Riki Nasrullah
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Komputer, Sosial Sains, Teknik dan Multi-Disiplin Ilmu Vol. 2 (2026)
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/ikosstemi.v2.146

Abstract

Fenomena bimbingan belajar dalam lanskap pendidikan kontemporer tidak lagi dipandang hanya sebagai layanan tambahan di luar sekolah. Dalam banyak konteks, bimbingan belajar bergerak mengikuti sistem persekolahan formal, terutama dalam hal mata pelajaran, target akademik, dan orientasi evaluasi. Artikel ini bertujuan menelaah bagaimana kaitan antara maraknya bimbingan belajar dan pergeseran otoritas pedagogik guru di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis literature review dengan menelaah berbagai pustaka yang relevan yang diperoleh melalui berbagai sumber/basis literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa bimbingan belajar tidak hanya berfungsi sebagai pendamping akademik, tetapi juga menjadi ruang belajar yang semakin dipercaya siswa karena dianggap lebih praktis, komunikatif, dan responsif terhadap kebutuhan ujian. Kondisi ini mendorong terjadinya pergeseran pusat kepercayaan belajar dari guru kepada tutor, meskipun guru tetap memiliki legitimasi formal di sekolah. Pergeseran tersebut dipengaruhi oleh budaya pendidikan yang berorientasi hasil, keterbatasan pembelajaran di kelas, serta meningkatnya ekspektasi orang tua terhadap capaian akademik.