Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap praktik manajemen pendidikan, sehingga membuka peluang bagi terciptanya tata kelola pendidikan yang lebih efektif dan efisien. Namun, kompleksitas organisasi pendidikan yang semakin meningkat juga memunculkan berbagai tantangan etis yang berkaitan dengan akuntabilitas, transparansi, integritas, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran aksiologi ilmu dan etika sebagai landasan filosofis dalam manajemen pendidikan serta kontribusinya dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang berintegritas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai buku, artikel ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dengan aksiologi, etika, dan manajemen pendidikan. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi nilai, prinsip, dan implikasi praktis integrasi perspektif aksiologis dan etis ke dalam fungsi-fungsi manajemen pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksiologi ilmu memberikan kerangka nilai yang memastikan bahwa ilmu pengetahuan dan praktik pendidikan diarahkan pada kemaslahatan manusia, keadilan sosial, serta pengembangan peserta didik secara holistik. Sementara itu, etika berfungsi sebagai pedoman moral yang mengarahkan proses pengambilan keputusan, perilaku profesional, dan budaya organisasi dalam lembaga pendidikan. Integrasi nilai-nilai aksiologis dan prinsip-prinsip etis dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program pendidikan berkontribusi terhadap terciptanya tata kelola pendidikan yang transparan, akuntabel, adil, dan berkelanjutan. Selain itu, integrasi tersebut mampu memperkuat tanggung jawab profesional para pemimpin pendidikan serta membangun budaya integritas dalam organisasi pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian efektivitas organisasi, tetapi juga harus memperhatikan dimensi moral dan sosial pendidikan. Oleh karena itu, pemimpin dan pengambil kebijakan pendidikan perlu mengintegrasikan pertimbangan aksiologis dan etis dalam praktik manajemen guna menghasilkan lembaga pendidikan yang berkualitas dan berkarakter
Copyrights © 2026