Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Aksiologi Ilmu dan Etika dalam Manajemen Pendidikan Sumarni Umar Ahmad; Novi Susanti; Hanibar; Retno Wahyu Ningsih
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7658

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap praktik manajemen pendidikan, sehingga membuka peluang bagi terciptanya tata kelola pendidikan yang lebih efektif dan efisien. Namun, kompleksitas organisasi pendidikan yang semakin meningkat juga memunculkan berbagai tantangan etis yang berkaitan dengan akuntabilitas, transparansi, integritas, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran aksiologi ilmu dan etika sebagai landasan filosofis dalam manajemen pendidikan serta kontribusinya dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang berintegritas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai buku, artikel ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dengan aksiologi, etika, dan manajemen pendidikan. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi nilai, prinsip, dan implikasi praktis integrasi perspektif aksiologis dan etis ke dalam fungsi-fungsi manajemen pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksiologi ilmu memberikan kerangka nilai yang memastikan bahwa ilmu pengetahuan dan praktik pendidikan diarahkan pada kemaslahatan manusia, keadilan sosial, serta pengembangan peserta didik secara holistik. Sementara itu, etika berfungsi sebagai pedoman moral yang mengarahkan proses pengambilan keputusan, perilaku profesional, dan budaya organisasi dalam lembaga pendidikan. Integrasi nilai-nilai aksiologis dan prinsip-prinsip etis dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program pendidikan berkontribusi terhadap terciptanya tata kelola pendidikan yang transparan, akuntabel, adil, dan berkelanjutan. Selain itu, integrasi tersebut mampu memperkuat tanggung jawab profesional para pemimpin pendidikan serta membangun budaya integritas dalam organisasi pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian efektivitas organisasi, tetapi juga harus memperhatikan dimensi moral dan sosial pendidikan. Oleh karena itu, pemimpin dan pengambil kebijakan pendidikan perlu mengintegrasikan pertimbangan aksiologis dan etis dalam praktik manajemen guna menghasilkan lembaga pendidikan yang berkualitas dan berkarakter
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar melalui Pembelajar Mandiri Siswa Kelas X Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 15 Merangin Tahun Pembelajaran 2025/2026 Novi Susanti; Rega Rahayu; Denia Putri Rizkia
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i3.798

Abstract

Abstrak: Studi ini didasarkan pada fakta bahwa siswa dengan hasil belajar yang buruk di pelajaran ekonomi. Ditunjukkan dengan banyaknya murid yang belum memenuhi ketuntasan. Kondisi ini menunjukkan bahwa metode yang digunakan untuk mengajar siswa belum berhasil mencapai hasil yang optimal. Akibatnya, riset ini untuk peningkatan prestasi murid di pengajaran ekonomi di kelas 10 SMA Negeri 15 Merangin dari tahun akademik 2024–2025 melalui penerapan pembelajaran mandiri. Penelitian Tindakan Kelas dikerjakan dua siklus. Ada 18 murid kelas 10 subjek penelitian. Merencanakan, melaksanakan, mengobservasi, mengevaluasi, serta merefleksi adalah tahapan dalam setiap siklus. Pengumpulan data dengan lembar pengamatan aktivitas siswa serta tes. Hasil riset memperlihatkan bahwasannya penerapan pembelajaran mandiri terjadi peningkatan prestasi belajar murid secara nyata. Pada siklus I, nilai rerata hasil belajar siswa sebanyak 59,61 dengan tingkat ketuntasan sebanyak 33,33% atau 6 siswa yang mencapai ketuntasan 75. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II, nilai rerata peningkatan menjadi 83,33 dengan tingkat ketuntasan sebanyak 83,33% atau sebanyak 15 siswa telah memenuhi kriteria. Hasil tersebut telah melewati indikator keberhasilan riset, yaitu minimal 75% . Hasil riset memperlihatkan bahwasannya pengajaran mandiri meningkatkan prestasi murid kelas 10 pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 15 Merangin pada tahun akademik 2024–2025. Dengan demikian, pembelajaran mandiri dapat dianggap alternatif pendekatan pengajaran yang mampu meningkatkan prestasi dan diterapkan berbagai materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa.
IMPLEMENTASI ETIKA GURU DALAM PENANGANAN PELANGGARAN PESERTA DIDIK MODEL ETIKA DISIPLINER EDUKATIF BERBASIS PERLINDUNGAN HUKUM Sumarni Umar Ahmad; Aprianto; Rahmayanti Chaidir; Novi Susanti
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 3 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i3.18942

Abstract

This study examines the implementation of teacher ethics in handling student misconduct through an educative disciplinary approach based on legal protection. The study aims to analyze the implementation of professional teacher ethics in addressing student violations, examine the application of educative and proportional discipline, and analyze the importance of legal protection for teachers in carrying out their professional authority. This study employs a qualitative descriptive approach using library research. Data were obtained from official documents, regulations, books, and relevant scientific articles concerning teacher professional ethics, student discipline, educational approaches, and legal protection for teachers. Data were analyzed using content analysis by identifying, classifying, interpreting, and synthesizing information according to the focus of the study. The results show that the implementation of teacher ethics in handling student misconduct requires the integration of three dimensions: professional ethics as a moral foundation, a humanistic pedagogical approach as an educational foundation, and legal protection as a structural foundation. The study proposes an Educative Disciplinary Ethics Model Based on Legal Protection, which positions teachers as professional educators who have the authority to enforce discipline while remaining guided by ethical principles, pedagogical considerations, and legal provisions. This model emphasizes that disciplinary actions should be educative, proportional, non-discriminatory, and respectful of students' dignity while providing legal certainty for teachers. The model is expected to contribute to the development of ethical, fair, humane, and legally secure educational management.