Literasi politik adalah elemen krusial dalam usaha membangun kesadaran politik dan mendorong partisipasi aktif di kalangan warga negara, terutama di kalangan generasi muda. Saat ini, terdapat beberapa isu yang dihadapi, antara lain kurangnya pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara, rendahnya partisipasi dalam pemilihan umum, serta tantangan dalam pelaksanaan pendidikan politik di lingkungan sekolah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini direncanakan akan dilaksanakan di SMAS Nurul Fatah, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa banyak siswa yang belum memperoleh materi pendidikan politik yang memadai selama masa pendidikan mereka di sekolah. Sebagian besar pembelajaran politik yang mereka terima berasal dari media sosial tanpa adanya penyaringan yang baik untuk memastikan keakuratan informasi yang diterima, yang berpotensi membentuk kesadaran politik siswa. Hal ini sulit dihindari mengingat media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari siswa di era digital. Salah satu dampak negatif yang muncul adalah rendahnya kesadaran politik di kalangan siswa, yang tercermin dari minimnya partisipasi mereka dalam kegiatan politik seperti pemilu dan organisasi siswa maupun kepemudaan. Dengan demikian, analisis situasi di SMAS Nurul Fatah menunjukkan adanya tantangan yang perlu diatasi untuk meningkatkan pemahaman politik siswa. Diperlukan upaya literasi politik yang lebih terstruktur dan responsif terhadap kondisi siswa agar dapat membentuk generasi muda yang lebih kritis dan aktif. Metode yang digunakan untuk menyampaikan pendidikan politik di SMA meliputi ceramah dan diskusi interaktif. Adapun hasil yang didapatkan dari kegiatan PkM ini adalah peningkatan pemahaman siswa SMAS Nurul Fatah tentang pentingnya literasi politik untuk kesadaran kewarganegaraan. Hal ini terukur dari dinamika tanya jawab yang muncul selama diskusi pasca sosialisasi.
Copyrights © 2026