Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pentingnya Literasi Politik untuk Penguatan Kesadaran Kewarganegaraan Zakaria Habib Al-Ra'zie; Nida Silvia Lestari; Nindi Riyan Gustin; Ahmad Solehudin; TB A Rizki Agustina; Mohammad Faiq Al-Thifaal
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 9 (2026): Juli
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/sa4z9994

Abstract

Literasi politik adalah elemen krusial dalam usaha membangun kesadaran politik dan mendorong partisipasi aktif di kalangan warga negara, terutama di kalangan generasi muda. Saat ini, terdapat beberapa isu yang dihadapi, antara lain kurangnya pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara, rendahnya partisipasi dalam pemilihan umum, serta tantangan dalam pelaksanaan pendidikan politik di lingkungan sekolah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini direncanakan akan dilaksanakan di SMAS Nurul Fatah, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa banyak siswa yang belum memperoleh materi pendidikan politik yang memadai selama masa pendidikan mereka di sekolah. Sebagian besar pembelajaran politik yang mereka terima berasal dari media sosial tanpa adanya penyaringan yang baik untuk memastikan keakuratan informasi yang diterima, yang berpotensi membentuk kesadaran politik siswa. Hal ini sulit dihindari mengingat media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari siswa di era digital. Salah satu dampak negatif yang muncul adalah rendahnya kesadaran politik di kalangan siswa, yang tercermin dari minimnya partisipasi mereka dalam kegiatan politik seperti pemilu dan organisasi siswa maupun kepemudaan. Dengan demikian, analisis situasi di SMAS Nurul Fatah menunjukkan adanya tantangan yang perlu diatasi untuk meningkatkan pemahaman politik siswa. Diperlukan upaya literasi politik yang lebih terstruktur dan responsif terhadap kondisi siswa agar dapat membentuk generasi muda yang lebih kritis dan aktif. Metode yang digunakan untuk menyampaikan pendidikan politik di SMA meliputi ceramah dan diskusi interaktif. Adapun hasil yang didapatkan dari kegiatan PkM ini adalah peningkatan pemahaman siswa SMAS Nurul Fatah tentang pentingnya literasi politik untuk kesadaran kewarganegaraan. Hal ini terukur dari dinamika tanya jawab yang muncul selama diskusi pasca sosialisasi.
Sosialisasi UU Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual Dalam Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa Siswi di SMAN 1 Ciruas Nida Silvia Lestari; Evarista Ndawa; Elsa Peramahdelana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 8 (2026): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i8.257

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan sekolah. Sekolah yang idealnya adalah tempat yang aman bagi seluruh peserta didik, sehingga pelaksanaan proses pendidikan dan pergaulan di lingkungan sekolah berjalan dengan aman dan kondusif. Namun realitanya yang terjadi saat ini maraknya kekerasan seksual yang pelaku ataupun korbannya berasal dari kalangan pelajar dan permasalahan yang ditemukan yakni masih banyak siswa-siswi SMAN 1 Ciruas yang belum paham tentang UU TPKS. Untuk mengatasi persoalan tersebut maka dilakukan sosialisasi tentang UU TPKS kepada siswa-siswi SMAN 1 Ciruas. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini yaitu yuridis empiris dengan menganalisis data primer hasil pengabdian lapangan dengan melakukan sosialisasi UU No. 12 Tahun 2023 Tentang Tindak Piidana Kekerasan Seksual pada siswa-siswi SMAN 1 ciruas. Kegiatan ini dibagi kedalam 3 sesi, pada sesi pertama terdapat pemaparan dari narasumber. Materi yang disampaikan yaitu tentang jenis-jenis TPKS, upaya pencegahan, penanganan, perlindungan, pemulihan korban TPKS, sanksi pidananya, serta peran lembaga pendidikan dalam mendukung pencegahan TPKS. Pada sesi kedua dilaksanakan diskusi dan tanya jawab. Kemudian pada sesi ketiga, tim PKM memberikan hadiah kepada siswa-siswi yang turut berpartisipasi aktif dalam diskusi tanya jawab. Dengan dilakukannya sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa-siswi SMAN 1 Ciruas tentang UU TPKS, serta dapat bermanfaat dalam mencegah dan melindungi diri dari terjadinya Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) di lingkungan sekolah.
Sosialisasi Tentang Implementasi Kebijakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada Pelayanan Publik Bidang Kesehatan di RSIA Fadhila Batusangkar Nida Silvia Lestari; Zakaria Habib Al-Ra’zie; Nindi Riyan Gustin; Dentapraja Dentapraja; Chrystin Lidia Nauli Waruwu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i1.340

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk Meningkatkan pengetahuan terkait implementasi kebijakan SPM pada pelayanan publik Bidang Kesehatan. Implementasi kebijakan kesehatan yang dijalankan oleh rumah sakit salah satunya adalah standar pelayanan minimal (SPM). SPM merupakan tolak ukur mutu pelayanan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Adapun permasalahan yang ditemukan di lapangan bahwa pencapaian indikator SPM di RSIA Fadhila Batusangkar masih belum memenuhi target indikator SPM. Kendalanya yakni terbatasnya jumlah sumber daya  manusia  yang  memadai.  Kekurangan  sumber daya manusia  ini  menyebabkan  beban  kerja  tidak  seimbang  sehingga  pelayanan kepada masyarakat tidak dapat berjalan secara optimal. Ketidakseimbangan antara beban kerja dengan jumlah tenaga kesehatan ini menjadi kendala utama dalam pencapaian target indikator pelayanan yang ditetapkan oleh peraturan SPM. Metode yang digunakan adalah sosialisasi melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok dan refleksi terstruktur dengan peserta berjumlah 20 karyawan manajemen. Kegiatan dilaksanakan pada 26 Maret 2026 di RSIA Fadhila Batusangkar, Jalan Baringin Nomor 5, Nagari Baringin, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan kapasitas karyawan manajemen dalam menerapkan standar pelayanan minimal pada pelayanan publik bidang kesehatan di RSIA Fadhila Batusangkar.