Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan proses pembelajaran, termasuk dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam langkah-langkah yang diterapkan guru dalam memotivasi peserta didik, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi selama proses pembelajaran, serta memaparkan strategi yang digunakan guru dalam mengatasi berbagai kendala tersebut di kelas IV SD Negeri 6 Penatih Denpasar. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam bersama kepala sekolah, guru wali kelas, dan peserta didik, serta studi dokumentasi. Analisis data mengikuti alur reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menjalankan peran multidimensional yang meliputi perencanaan berbasis Modul Ajar, pelaksanaan pembelajaran dengan berbagai keterampilan mengajar, serta evaluasi formatif sebagai umpan balik. Hambatan bersumber dari perbedaan kapasitas kognitif dan rendahnya minat belajar siswa (faktor internal), serta kurangnya keterlibatan keluarga dan kondisi kelas yang kurang kondusif (faktor eksternal). Guru merespons tantangan tersebut melalui variasi metode, ice breaking, pemberian reward dan hukuman edukatif, komunikasi aktif dengan orang tua, serta optimalisasi media pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa motivasi belajar yang optimal hanya dapat terwujud melalui sinergi antara kompetensi pedagogis guru, dukungan lingkungan keluarga, dan ketersediaan fasilitas pembelajaran yang memadai.
Copyrights © 2026