Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

GAYA KEPEMIMPINAN GURU AGAMA HINDU BERBASIS KOMUNIKASI INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN DI TK BINA PUTRA CANDIKUNING I Made Yoga Mahendra; I Nengah Lestawi; I Gede Suwindia
Anubhava: Jurnal Ilmu Komunikasi HIndu Vol. 1 No. 1 (2021): Communication, Moderation and Harmony
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.842 KB)

Abstract

Children have different characters and developments. This study aims to find out why the learning process at Bina Putra Candikuning Kindergarten is not going well, then how is the leadership style of Hindu religious teachers based on interactive communication in Bina Putra Candikuning Kindergarten in learning and the implications of the leadership style of Hindu religious teachers based on interactive communication. This research is a descriptive qualitative research. The research subjects were Hindu religious teachers at TK Bina Putra Candikuning. This study uses methods for data collection in the form of observation, interviews, documentation, and literature study. The results showed that educational management at Bina Putra Candikuning Kindergarten experienced obstacles faced by Hindu religious teachers in implementing an interactive communication-based leadership style. There are several obstacles experienced, namely the communication of teachers, students and the ability to use media. The leadership style of Hindu religious teachers based on interactive communication in learning at TK Bina Putra Candikuning is a democratic leader style. The leadership style of Hindu religious teachers at Bina Putra Kindergarten is implemented in the learning of discipline and harmony. The implications of the leadership style of the Hindu religious teacher based on interactive communication in learning at Bina Putra Candikuning Kindergarten are the implementation of interactive communication in learning, the formation of teacher and student communication through the media, and the achievement of student achievement.
PELAKSANAAN UPACARA MAPAKELEM TELAGA MAYA DI PURA PUSERING JAGAT DESA PEJENG KECAMATAN TAMPAKSIRING KABUPATEN GIANYAR (PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA HINDU) Ni Kadek Ayu Apriliani; I Nengah Lestawi; I Nengah Sumantra
Upadhyaya : Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2021): Volume 2 Nomor 2 April 2021
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/up.v2i1.2637

Abstract

Umat Hindu di Bali dalam aktivitas kehidupan sehari-harinya selalu menempatkan kekuatan Tuhan melalui pelaksanaan upacara yajna yang berpedoman pada Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu seperti dalam Pelaksanaan Upacara Mapakelem Telaga Maya di Pura Pusering Jagat. Upacara Mapakelem Telaga Maya adalah upacara Bhuta Yajna yang dilaksanakan di Pura Pusering Jagat oleh seluruh masyarakat Desa Pejeng setiap setahun sekali yaitu pada Purnamaning Sasih Karo di telaga yang kering yang disebut Telaga Maya. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor dilaksanakannya upacara, pelaksanaan upacara, dan nilai-nilai pendidikan agama Hindu yang terdapat dalam upacara. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dengan mempergunakan Teori Religi, Teori Simbol dan Teori Nilai. Subjek dalam penelitian ini adalah Pengurus dan masyarakatDesa Pejeng, serta Pemangku di Pura Pusering Jagat. Sedangkan objek dalam penelitian iniadalah pusat dan fokus penelitian yang akan dibahas dalam penelitian ini. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik analisis data dengan langkahlangkah reduksi data, data display/penyajian data, conclusion drawing/verifikasi. Hasil daripenelitian ini adalah (1) Faktor-faktor dilaksanakannya upacara Mapakelem Telaga Maya diPura Pusering Jagat yaitu faktor internal dan faktor eksternal. (2) Pelaksanaan upacaraMapakelem Telaga Maya di Pura Pusering Jagat yang terdiri dari prosesi, sarana, mantram pujaastawa, pemimpin, tempat dan waktu pelaksanaan upacara Mapakelem Telaga Maya. (3) Nilainilai Pendidikan Agama Hindu dalam upacara Mapakelem Telaga Maya di Pura Pusering Jagat yaitu Nilai Agama, Nilai Etika, Nilai Sosial dan Nilai Estetis.
PEMBENTUKAN SIKAP NASIONALISME PADA SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN I Made Semara Yasa; I Nengah Lestawi; Ni Nyoman Suastini
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11777

Abstract

The development of nationalism is one of the essential goals of character education that can be fostered through Civic Education (PKn) learning in elementary schools. This study aims to analyze the implementation of nationalism, identify the values of nationalism developed, and examine the obstacles and efforts involved in fostering nationalism among third-grade students at SD Negeri 1 Bunutin Bangli. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, literature review, and document analysis. The research informants consisted of the principal, third-grade teacher, and students. Data were analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that nationalism is implemented through Civic Education learning integrated with school habituation activities, such as flag ceremonies, singing national songs, enforcing school rules, and teacher role modeling. The values of nationalism developed include religiosity and religious morality, discipline and legal obedience, as well as social integration and mutual cooperation. The obstacles encountered originate from family, school, and community environments, including the influence of digital technology on students’ behavior. Efforts to overcome these obstacles include character habituation, enforcement of school regulations, student guidance, and improvement of teacher professionalism. The study concludes that fostering nationalism requires synergy between classroom learning, school culture, and social environmental support to ensure that national values are effectively internalized by students. ABSTRAK Pembentukan sikap nasionalisme merupakan salah satu tujuan penting pendidikan karakter yang dapat diwujudkan melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sikap nasionalisme, mengidentifikasi nilai-nilai nasionalisme yang dikembangkan, serta mengetahui hambatan dan upaya yang dilakukan dalam pembentukan sikap nasionalisme pada siswa kelas III SD Negeri 1 Bunutin Bangli. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan studi dokumen. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas III, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan sikap nasionalisme diimplementasikan melalui pembelajaran PKn yang terintegrasi dengan kegiatan pembiasaan sekolah, seperti upacara bendera, menyanyikan lagu wajib nasional, penerapan tata tertib, dan keteladanan guru. Nilai nasionalisme yang dikembangkan meliputi nilai religiusitas dan moralitas keagamaan, disiplin dan ketaatan hukum, serta integrasi sosial dan gotong royong. Hambatan yang ditemukan berasal dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, termasuk pengaruh perkembangan teknologi digital terhadap perilaku peserta didik. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut meliputi pembiasaan karakter, penegakan tata tertib sekolah, pembinaan peserta didik, serta peningkatan profesionalisme guru. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembentukan sikap nasionalisme memerlukan sinergi antara pembelajaran, budaya sekolah, dan dukungan lingkungan sosial agar nilai-nilai kebangsaan dapat terinternalisasi secara optimal dalam diri peserta didik.
Motivasi Belajar Peserta Didik dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas IV SD Negeri 6 Penatih Denpasar Ni Made Dwi Permata Putri; I Nengah Lestawi; Ni Nyoman Suastini
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v4i2.8495

Abstract

Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan proses pembelajaran, termasuk dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam langkah-langkah yang diterapkan guru dalam memotivasi peserta didik, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi selama proses pembelajaran, serta memaparkan strategi yang digunakan guru dalam mengatasi berbagai kendala tersebut di kelas IV SD Negeri 6 Penatih Denpasar. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam bersama kepala sekolah, guru wali kelas, dan peserta didik, serta studi dokumentasi. Analisis data mengikuti alur reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menjalankan peran multidimensional yang meliputi perencanaan berbasis Modul Ajar, pelaksanaan pembelajaran dengan berbagai keterampilan mengajar, serta evaluasi formatif sebagai umpan balik. Hambatan bersumber dari perbedaan kapasitas kognitif dan rendahnya minat belajar siswa (faktor internal), serta kurangnya keterlibatan keluarga dan kondisi kelas yang kurang kondusif (faktor eksternal). Guru merespons tantangan tersebut melalui variasi metode, ice breaking, pemberian reward dan hukuman edukatif, komunikasi aktif dengan orang tua, serta optimalisasi media pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa motivasi belajar yang optimal hanya dapat terwujud melalui sinergi antara kompetensi pedagogis guru, dukungan lingkungan keluarga, dan ketersediaan fasilitas pembelajaran yang memadai.
Implementasi Metode Time Token dalam Pembelajaran Agama Hindu di SD N 3 Pucaksari I Putu Aditya Perdana; I Nengah Lestawi; I Gede Garbha Putra
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya partisipasi dan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu menjadi permasalahan utama di SD Negeri 3 Pucaksari, Kabupaten Buleleng. Proses pembelajaran masih didominasi guru, sementara hanya sebagian kecil siswa yang aktif berdiskusi sehingga kesempatan berbicara belum merata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu melalui penerapan metode Time Token untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahap koordinasi dengan mitra, sosialisasi metode, pelatihan penggunaan kartu berbicara (time token), pendampingan implementasi pembelajaran di kelas, serta evaluasi melalui observasi dan pengukuran sebelum dan sesudah kegiatan. Sasaran kegiatan adalah 25 siswa kelas V SD Negeri 3 Pucaksari. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang nyata pada partisipasi siswa, ditunjukkan oleh peningkatan keberanian mengajukan pertanyaan dari 12% menjadi 84%, kemampuan menjawab pertanyaan guru dari 20% menjadi 88%, serta sikap menghargai pendapat teman dari 40% menjadi 92%. Selain itu, pembelajaran menjadi lebih aktif, demokratis, dan inklusif karena seluruh siswa memperoleh kesempatan berbicara secara seimbang. Dengan demikian, implementasi metode Time Token terbukti menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu serta mendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih partisipatif di sekolah dasar.