Usia 6–59 bulan merupakan periode krusial dalam tumbuh kembang anak yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan psikososial keluarga. Parenting stress merupakan faktor pascakelahiran yang dapat dimodifikasi dan berperan penting terhadap kualitas perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan parenting stress. Penelitian ini menggunakan desain metode campuran dengan pendekatan kuantitatif (cross sectional) dan kualitatif (wawancara mendalam). Penelitian ini menggunakan two stage sampling (proportional random sampling untuk pemilihan posyandu dan konsekutif sampling untuk mendapatkan 206 pasangan ibu-anak usia 6-59 bulan). Data dikumpulkan melalui instrumen Denver II dan wawancara dengan kuesioner. Penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam yang dilakukan kepada 11 informan. Uji kuantitatif menggunakan chi-square dan uji kualitatif menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan stres pengasuhan dengan perkembangan anak diperoleh nilai p<0,05. Dalam penelitian ini, parenting stress memiliki peluang 2,234 kali lebih besar untuk mengalami perkembangan tidak sesuai. Hasil kualitatif dari faktor dominan menghasilkan tiga tema utama, yaitu gangguan interaksi akibat stres pengasuhan, persepsi beban dalam pengasuhan anak serta dampak yang terlihat pada perilaku dan perkembangan anak. Temuan ini memperkuat bahwa stres pengasuhan mempengaruhi kualitas interaksi dan praktik pengasuhan sehari-hari. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara stres pengasuhan dengan perkembangan anak usia 6-59 bulan secara kuantitatif dan kualitatif. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang fokus pada dukungan psikososial ibu dan optimalisasi praktik pengasuhan. Kata Kunci: Stres Pengasuhan; Stimulasi Anak; Perkembangan balita; penelitian campuran
Copyrights © 2026