Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas agropreneur di Desa Tunggulo Selatan melalui sinergi teknologi pertanian berkelanjutan dan strategi komunikasi digital. Metode yang digunakan meliputi demoplot tanaman cabai organik (±250 m²), pelatihan pembuatan pupuk nano organik, pendampingan digital marketing (Instagram, Shopee, TikTok Shop, WhatsApp Business), serta produksi konten pupuk nano organik. Partisipan terdiri dari Gapoktan (10 orang), Karang Taruna (10 orang), perangkat desa (6 orang), tokoh masyarakat (4 orang), dan mahasiswa (14 orang). Data dikumpulkan melalui angket, pre-test/post-test, observasi, wawancara, dan diskusi, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil menunjukkan kehadiran peserta mencapai 90%, partisipasi aktif dalam diskusi dan praktik, serta peningkatan pemahaman dan ketrampilan membuat produksi pupuk nano dari 15 % menjadi 85 %. Kanal digital aktif dan transaksi produk tercatat selama pelaksanaan. Kegiatan ini berhasil menciptakan sinergi antara produksi dan pemasaran digital yang memperkuat ekosistem agropreneur lokal. Rekomendasi diarahkan pada pendirian unit usaha digital desa, integrasi ke RKP Desa, dan kolaborasi mitra dalam keberlanjutan program.
Copyrights © 2025