Proyek Pembangunan SUTT 150 kV Manna–Bintuhan bertujuan meningkatkan keandalan sistem ketenagalistrikan, khususnya di Kabupaten Kaur dan umumnya di Provinsi Bengkulu, yang melintasi Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kaur. Tantangan utama proyek ini adalah kondisi geografis berupa lereng dan perbukitan yang tidak ideal untuk pembangunan pondasi tower. Umumnya digunakan metode Cut and Fill, namun metode ini mengganggu stabilitas alami lereng, berisiko longsor, dan memerlukan Dinding Penahan Tanah (DPT) dalam volume besar. Permasalahan ini dianalisis menggunakan metode Root Cause Problem Solving (RCPS) untuk mencari solusi yang tepat. Evaluasi dilakukan pada tower-tower di lokasi kritis, seperti Tower No. 02, 31, 34, 125, 156, dan 179, guna mempertimbangkan alternatif teknis selain Cut and Fill. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penggunaan metode Leg Extension Tower lebih efektif dibandingkan metode Cut and Fill, baik dari segi mutu, waktu, maupun biaya, serta lebih menjaga stabilitas lereng. Pendekatan ini diharapkan dapat mengoptimalkan penyelesaian proyek dan mengurangi risiko kerusakan lingkungan akibat gangguan pada topografi alami.
Copyrights © 2025