Anemia pada remaja putri, masih menjadi Pencegahan anemiamasalah kesehatan di Indonesia dengan prevalensi yang tinggi dan dampak multidimensional. Anemia pada remaja putri dapat dipengaruhi oleh kebutuhan zat besi yang meningkat seiring masa pertumbuhan dan menstruasi serta kebiasaan makan yang kurang seimbang dan gaya hidup yang tidak sehat. Upaya pemberdayaan kader kesehatan remaja (KKR) di lingkungan sekolah menjadi strategi penting untuk mencegah anemia melalui edukasi food habits dan gaya hidup sehat. Pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 36 Jakarta melalui pendekatan advokasi, bina suasana dan gerakan masyarakat, melibatkan 22 KKR. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, edukasi, dan pelatihan serta post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan signifikan rata rata pengetahuan KKR tentang pencegahan anemia dari skor pre-test 78.64 menjadi 91.36 pada post-test (p=0.001). Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan dan pemberdayaan KKR efektif meningkatkan pengetahuan dan potensi peran KKR sebagai agen perubahan dalam pencegahan anemia di sekolah. Pemberdayaan berkelanjutan dan integrasi program edukasi menjadi kunci pencegahan anemia remaja secara optimal.
Copyrights © 2026