Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

STUDI FENOMENOLOGI: PENGALAMAN IBU MELAHIRKAN DI RUMAH DENGAN KEMITRAAN TENAGA KESEHATAN DAN DUKUN BERANAK DI DESA PERHENTIAN LUAS, KABUPATEN KUANTAN SINGINGI RIAU Dian Roza Adila; Natsir Nugroho; Idriani Idriani
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.679 KB) | DOI: 10.25311/keskom.Vol6.Iss1.365

Abstract

One indicator to determine the high degree of health of a country showed from maternal mortality (MMR). For some areas that have difficult access to health services, the Ministry of Health makes a policy by developing partnership programs for health workers and tradional birth aendants. The phenomenon of tradional birth aendants becomes an interesng phenomenon because of the values of local wisdom they guard. This study aims to find out more about the experience of parcipants at-home birth with a partnership of health workers and tradional birth aendants. The method used with qualitave design with phenomenology approach. Parcipants were determined using Purposive sampling method. Methods of data collecon used in-depth interviews with mothers and FGDs on Kepala Desa, Pemangku Adat, tradional birth aendants, and health workers. The results of this study obtained 6 themes of choice of place and helpers during childbirth, mother beliefs against tradional birth aendants in the process of childbirth, Tradion of manyiria and sequenal during pregnancy and aer childbirth, mother's feelings with partnership, independent task of tradional birth aendants aer childbirth and Ulizaon of health services. Suggeson in this research is health workers must know culture adopted by paent and family cared. It aims to give an overview and posive impact on the enhancement of the quality of maternal health services in the context of culture.
Pemberdayaan Kemandirian Warga Sekolah Sehat dan Peduli TBC dalam Gerakan Bersama (Geber) Melawan Tuberkulosis Ernirita Ernirita; Rully Mujiastuti; Awaliah Awaliah; Masmun Zuryati; Eni Widiastuti; Idriani Idriani; Erwan Setiyono; Putri Fadlilatun Nazilah; Syahla Tazkiya
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v3i2.207

Abstract

Penularan Mycobacterium tuberculosis (MTB) merupakan penyebab utama infeksi secara global. Penularan terjadi di dalam rumah dan di luar rumah, termasuk dalam satuan Pendidikan Sekolah. Pengabdian menggunakan sebuah metode untuk menangani kasus MTB berupa Gerakan Pemberdayaan (GEBER), Bina Suasana dan Advokasi. Hasil yang diperoleh adalah terbentuknya Kelompok Peduli Tuberkulosis (TBC) untuk menemukan suspeks TBC pada siswa, terbentuknya kawasan sadar TBC, dan revitalisasi UKS melalui terbentuknya kepengurusan Sekolah Sehat.
Teknik Rebozo terhadap Intensitas Nyeri Kala I Fase Aktif dan Lamanya Persalinan pada Ibu Multigravida Yulidian Nurpratiwi; Muhammad Hadi; Idriani Idriani
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.597 KB) | DOI: 10.31539/jks.v4i1.1627

Abstract

This study aims to determine Rebozo Shake The Apples (RSTA) effectiveness and Rebozo Sifting While Lying Down (RSWLD) on the intensity of pain during the first stage of the active phase and the duration of labor in multigravida mothers. This research method is a quasi-experiment with two group pre and post design. This study indicates that there is a difference in the mean intensity of pain in the first stage of active labor in multigravida mothers before and after giving RSTA & RSWLD (p-value = 0.007). Whereas in the length of work, there was no significant difference in the average size of labor between the RSTA and RSWLD technique interventions (p-value = 0.351), and the effectiveness of the two Rebozo techniques had the same variant, meaning they were equally effective in diverting labor pain during the active phase and duration of delivery (p-value = 0.118). In conclusion, they are giving RSTA, and RSWLD can delay labor pain intensity during the first stage of the active phase and the duration of labor in multigravida mothers. Keywords: Pain intensity, duration of labor, Multigravida, Rebozo technique
Teknik Alexander terhadap Tingkat Kenyamanan pada Ibu Hamil Trimester III Weni Apriyani; Muhammad Hadi; Idriani Idriani
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.332 KB) | DOI: 10.31539/jks.v4i2.2300

Abstract

This study aims to determine the effect of the Alexander technique on the comfort level of pregnant women in the third trimester. This research uses a quasi-experimental design approach with a pretest-posttest design with a control group design. The paired sample t-test analysis results showed that there was a difference in the average level of comfort in the intervention group before and after being given the intervention with a p-value of 0.000. In the control group, a p-value of 0.282 was obtained. This indicates that there is no difference in the level of comfort before and after. The results of the GLM-RM test showed that the greenhouse-geisser (Sig) value was 0.000 < 0.005, and the most significant partial eta square value was in the 7th measurement (0.454). In conclusion, the alexander technique can increase comfort in third-trimester pregnant women. Keywords: Third-Trimester Pregnant Women, Comfort, Alexander Technique
Efektivitas Penerapan Metode Intentional Rounds Terhadap Mutu Pelayanan Keperawatan Berdasarkan Kepuasaan Pasien Eni Widiastuti; Erni Rita; Erwan Setiyono; Awaliah Awaliah; Idriani Idriani; Musmun Zuryati; Mas Asep Sunandar
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42193

Abstract

Tingginya harapan dan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan menuntut penyelenggara fasilitas pelayanan kesehatan meningkatkan mutu pelayanannnya. Mutu pelayanan keperawatan masih kurang dirasakan pasien disebabkan asuhan keperawatan yang diberikan kurang memperhatikan kebutuhan pasien, sehingga diperlukan metode agar dapat memantau dan memenuhi kebutuhan pasien secara teratur (Intentional   ROUNDS). Tujuan penelitian ini mengidentifikasi efektivitas penerapan metode Intentional ROUNDS terhadap kepuasan pasien. Metode penelitian menggunakan penelitian quasi eksperimen dengan desain Pre-post test with control group design. Populasi merupakan perawat dan pasien rawat inap. Sample penelitian masing-masing baik kelompok intervensi maupun kontrol, sebanyak 18 perawat dan 25 pasien. Uji bivariate dengan uji T  dan multivariate dengan Uji General Linier Model-Reaped Measure (GLM-RM). Berdasarkan Uji GLM-RM diperoleh nilai signifikansi Greenhouse-Geisser sebesar 0,000 < 0,05, yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam tingkat kepuasan pasien antara kedua kelompok pada pengukuran yang berbeda. Adapun efek yang ditimbulkan sebesar 0,235 (moderat) dan perbedaan perubahan antara kelompok yang tidak menerapkan metode Intentional ROUNDS dengan yang menerapkan sebesar 0,984. Berdasarkan Tests of Between-Subjects Effects, terdapat perbedaan kepuasan p=0,000 antar kedua kelompok, kekuatan perbedaan 43,3. Berdasarkan grafik Estimated Marginal Meands of Kepuasan Kedua Kelompok, pada kelompok intervensi hasil menunjukan terjadi peningkatan kepuasan dari pengukuran minggu pertama sampai minggu ke empat setelah penerapan dan pada pengukuran minggu ke empat terlihat kenaikan grafik relative stabil, hal ini menunjukan penerapan sudah efektif dalam memberikan kepuasan kepada pasien. Saran: Rumah sakit hendaknya menetapkan kebijakan penerapan metode Intentional  ROUNDS diruang perawatan lainnya dengan memberikan pelatihan dan supervisi yang konsisten agar mutu palayanan keperawatan dapat senantiasa ditingkatkan sehingga meningkatkan kepuasan pasien.
Pengaruh Edukasi Gizi dengan Media Video Melalui Aplikasi Whatsapp Terhadap Pengetahuan Remaja di Smp Muhammadiyah 36 Jakarta Selatan Awaliah Awaliah; Erni Rita; Idriani Idriani; Eni Widiastuti; Masmun Zuryati; Erwan Setiyono; Armina Armina
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.48314

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia rentan terhadap masalah gizi seperti stunting, wasting, obesitas, dan anemia. Edukasi gizi yang efektif diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja, salah satunya melalui media video yang disebarkan menggunakan aplikasi WhatsApp. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi gizi dengan media video melalui WhatsApp terhadap pengetahuan remaja di SMP Muhammadiyah 36 Jakarta Selatan. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan Non-Equivalent Control Group Design (pretest–posttest). Sampel sebanyak 120 siswa dipilih secara acak. Data dikumpulkan pada Februari 2024. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia siswa 13,64 tahun, sebagian besar perempuan (66%). Skor pengetahuan meningkat signifikan dari rata-rata 75,67 (SD 9,806) sebelum intervensi menjadi 85,89 (SD 8,242) sesudah intervensi (p = 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi gizi berbasis video melalui WhatsApp efektif meningkatkan pengetahuan remaja tentang gizi seimbang. Penggunaan media video pada aplikasi yang akrab bagi remaja memungkinkan penyampaian materi yang lebih menarik, mudah diakses, dan mendukung pembelajaran kolaboratif antara guru dan siswa. Strategi ini diharapkan dapat menjadi alternatif intervensi pendidikan gizi untuk mencegah masalah malnutrisi pada remaja di lingkungan sekolah.
Pemberdayaan UKS dalam Pencegahan Tuberkulosis Berbasis PHBS di SMP Muhammadiyah 36 Jakarta Ernirita Ernirita; Erwan Setiyono; Rully Mujiastuti; Awaliah Awaliah; Eni Widiastuti; Idriani Idriani; Masmun Zuryati; Khalnaya Shira Sakiba; Salwa Dwi Anindita Laksmi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/egyfzw98

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Anak usia sekolah termasuk kelompok rentan karena sering berinteraksi di lingkungan padat dan tertutup seperti ruang kelas. Sekolah sebagai tempat pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Salah satu wadah berperan penting adalah Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Melalui pemberdayaan UKS, sekolah dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan tindakan preventif siswa terhadap penularan TB, seperti etika batuk yang benar, menjaga ventilasi kelas, serta deteksi dini gejala TB. UKS merupakan implementasi sekolah sehat atau Health Promoting School (HPS) bertujuan memobilisasi serta meningkatkan kampanye dan pendidikan kesehatan baik pada tingkat lokal, regional, nasional, maupun global sebagai lingkungan yang sehat”tim pengabdi dari perguruan tinggi bersama pihak mitra SMP Muhammadiyah 36 Jakarta dan Puskesmas setempat telah melakukan identifikasi kebutuhan dan analisis situasi melalui wawancara, observasi lapangan, serta diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD),disepakati permasalahan prioritas yang akan ditangani adalah rendahnya kapasitas dan peran UKS dalam upaya pencegahan Tuberkulosis berbasis PHBS di sekolah. Metode diterapkan menggunakan pendekatan partisipatif (Participatory Action Approach). Urgensi Pengabdian Masyarakat: Meningkatkan pengetahuan siswa dan guru tentang TBC dan PHBS melalui kegiatan edukasi interaktif, Hasil: Pengetahuan sebelum Edukasi 77% baik dan sesudah Edukasi pengetahuan baik menjadi 95,3%, Perilaku sebelum pemberian materi PHBS dan Tuberkulosis 53,7% baik setelah pemberian materi meningkat menjadi 55,4%. Kesimpulan terdapat peningkatan, pengetahuan dan perilaku Siswa dalam Upaya pencegahan tuberkulosis berbasis PHBS di sekolah.  
Pemberdayaan Kader Kesehatan Remaja (KKR) Dalam Mencegah Anemia di SMP 36 Muhammadiyah Jakarta Awaliah Awaliah; Idriani Idriani; Erni Rita; Eni Widiastuti; Masmun Zuryati; Erwan Setiyono; Anisa Sekar Widhi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/379k7w37

Abstract

Anemia pada remaja putri, masih menjadi Pencegahan anemiamasalah kesehatan di Indonesia dengan prevalensi yang tinggi dan dampak multidimensional. Anemia pada remaja putri dapat dipengaruhi oleh kebutuhan zat besi yang meningkat seiring masa pertumbuhan dan menstruasi serta kebiasaan makan yang kurang seimbang dan gaya hidup yang tidak sehat. Upaya pemberdayaan kader kesehatan remaja (KKR) di lingkungan sekolah menjadi strategi penting untuk mencegah anemia melalui edukasi food habits dan gaya hidup sehat. Pengabdian kepada masyarakat  (PkM) ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 36 Jakarta melalui pendekatan advokasi, bina suasana dan gerakan masyarakat, melibatkan 22 KKR. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, edukasi,  dan pelatihan serta post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan signifikan rata rata pengetahuan KKR tentang pencegahan anemia  dari skor pre-test 78.64 menjadi 91.36 pada post-test (p=0.001). Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan dan pemberdayaan KKR efektif meningkatkan pengetahuan dan potensi peran KKR sebagai agen perubahan dalam pencegahan anemia di sekolah. Pemberdayaan berkelanjutan dan integrasi program edukasi menjadi kunci pencegahan anemia remaja secara optimal.
Hubungan pengorganisasian asuhan keperawatan tim terhadap penerapan asuhan keperawatan berfokus pasien (patient centered care): The relationship between the organization of team nursing care and the Implementation of patient-centered nursing care Eni Widiastuti; Masmum Zuryati; Ernirita; Awaliah Awaliah; Idriani Idriani; Erwan Setiyono; Mas Asep Sunandar
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 2 (2026): JiKep | Juni 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i2.3195

Abstract

Patient centered care atau asuhan berfokus pasien merupakan asuhan yang terintegrasi yang membutuhkan kolaborasi intra dan interprofesional. Tantangan yang dihadapi kolaborasi interprofesional belum dilaksanakan dengan baik. Apalagi pengorganisasian asuhan keperawatan tim murni yang digunakan dalam mengorganisir asuhan keperawatan belum mengakomodir adanya perawat penaggung jawab asuhan selama pasien dirawat. Kondisi ini menjadikan sulitnya kolaborasi interprofesional dilakukan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengorganisasian asuhan keperawatan Tim dengan pelaksanaan patient centered care. Metode penelitian kwantitatip, desain deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional. Jumlah sample sebanyak 47 perawat ruang rawat inap. Analisis bivariate menggunakan spearmen’s rank. Hasil terdapat hubungan antara pengorganisasian Tim dengan pelaksanaan patient centerd care. Dari hasil uji didapatkan tingkat kekuatan korelasi/ hubungannya sangat kuat dengan arah hubungan positif. Semakin pengorganisasian Tim baik maka penerapan patient centerd care akan semakin baik. Hendaknya pengorganisasian tim dioptimalkan dengan modifikasi Ketua Tim sebagai Perawat Penaggung Jawab Asuhan yang berperan sebagai care coordinator dan clinical leader yang bertanggung jawab secara komprehensif terhadap seluruh proses asuhan keperawatan agar kolaborasi intra dan interprofesional bisa dilaksanakan dengan baik sehingga pelaksanaan asuhan berfokus pasien lebih optimal.