Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

RIWAYAT KONTAK DAN STATUS GIZI BURUK DAPAT MENINGKATKAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA ANAK erni rita; Indah Noviana Saputri; Giri Widakdo; Tria Astika Endah Permatasari; Ika Kurniaty
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v7i1.1988

Abstract

Abstrak: Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat terutama di Indonesia. Penderita tuberkulosis dapat mengahasilkan 3000 percikan droplet yang dapat menularkan kepada 10 – 15 orang, selain itu tuberkulosis juga menjadi penyebab kematian nomor satu untuk kategori penyakit infeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan riwayat kontak dan status gizi terhadap kejadian tuberkulosis pada anak di wilayah Puskemas Jakarta Pusat dan Jakarta Timur.Desain penelitian ini menggunakan cross sectional study ,sampel  menggunakan teknik total sampling, dengan 91 responden anak. Hasil penelitian diolah secara statistik dengan menggunakan uji chi-square, dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi yang buruk dan secara substansi bahwa riwayat kontak dapat meningkatkan kejadian tuberkulosis pada anak dengan status gizi  p-value 0,002 dan OR 18,5 (95% CI  1,158-108,37) dan riwayat kontak p-value 0,029 dan OR 1,33 (95% CI  0,95-1,693).Penelitian ini menunjukkan bahwa  terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat kontak dan status gizi terhadap kejadian tuberkulosis pada anak di wilayah Puskesmas Jakarta Pusat dan Jakarta Timur. Selain itu anak yang memiliki riwayat kontak akan berisiko terkena Tuberkulosis sebesar 1,33 kali dan anak dengan gizi kurang  berisiko 18,5 kali lebih besar terkena Tuberkulosis . Upaya yang dapat dilakukan untuk memutus rantai penularan tuberkulosis adalah dengan pemeriksaan kontak serumah sedini mungkin. Serta peningkatan kualitas gizi penderita sangat diperlukan.
EDUKASI SKRINING GIZI LANSIA UNTUK KADER POSYANDU LANSIA RW 011 KELURAHAN PENGGILINGAN Rully Mujiastuti; Erni Rita; Sitti Nurbaya Ambo; Lily Herlina; Emi Susilowati; Sugiartowo Sugiartowo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i2.1609

Abstract

Menjadi tua adalah sebuah fitrah perjalanan kehidupan tiap manusia. Banyak permasalahan yang terjadi pada seseorang yang menginjak lanjut usia, di antaranya terkait masalah yang berhubungan dengan gizi. Gizi seimbang menjadi salah satu bagian yang harus diperhatikan agar daya tahan tubuh lansia meningkat, penyakit berkurang dan semangat hidup meningkat. Demikian pula halnya dengan Posyandu Lansia Rw 011 Kelurahan Penggilingan yang menjadi mitra tim pengabdi. Posyandu ini memiliki jumlah lansia lebih dari 250 orang, sementara tingkat kehadiran lansia hanya sekitar 20% saja. Kegiatan rutin Posyandu adalah kegiatan melakukan skrining kesehatan aktivitas sehari-hari dan risiko jatuh pada lansia, sementara untuk skrining gizi belum pernah dilakukan. Hal ini menjadi fokus tim pengabdi untuk melakukan edukasi kesehatan gizi lansia kepada kader posyandu lansia. Tujuannya adalah untuk meningkatkan jumlah skrining dan membentuk strategi intervensi kesehatan melalui aplikasi gizi LansiaSmart. Melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan, pembinaan dan pendampingan ini, kader posyandu lansia lebih meningkat kapasitasnya. Skrining yang dilakukan bertambah, dari dua skrining menjadi tiga skrining dengan aplikasi skrining gizi LansiaSmart.
Masalah Emosi dan Perilaku pada Penderita TB Anak Giri Widakdo; Erni Rita; Indah Noviana Saputri; Tria Astika Endah Permatasari; Ika Kurniaty
HEALTH CARE : JURNAL KESEHATAN Vol 9 No 1 (2020): Health Care : Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKes Payung Negeri Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.663 KB) | DOI: 10.36763/healthcare.v9i1.75

Abstract

One of the effects of emotional and behavioral problems in children with TB is the disruption of productivity and quality of life including children's education.This study aims to identify emotional and behavioral problems in children with TB in the Central Jakarta Health Center and East Jakarta Health Center. The design of this study was cross-sectional in 91 pediatric TB patients in 2019 as measured using the Strength and Dfficulties Questionary (SDQ). The results showed an analysis of the distribution of problem scores and behavior of TB sufferers in children based on covariates, namely: for behavior problems found in the abnormal group both for normal nutritional status (89.4%), history of household contact (57.6%) and TB status negative (80.3%) and for relationships with peers, the largest abnormal group was found in normal nutritional status (92%), family contact history (60%) and negative TB status (84%) and difficulty scores in the abnormal category were in normal nutritional status (89.9%), household contact history (60%) and negative TB status (80%) Conclusion:. The distribution of SDQ scores with covariates (Nutritional Status, Contact History and TB Status), for the abnormal categories are: peer behavior problems and difficulty scores. Parents, teachers or health centers can follow up on SDQ results to anticipate mental health disorders in children
Pemberdayaan Masyarakat melalui Kampung Sehat Bebas Covid 19, berbasis Pencegahan Penularan Pada RW 05, Penggilingan Elok I,Jakarta Timur Eni Widiastuti; Erni Rita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.4.2.105-109

Abstract

Pandemi virus corona mengubah rutininitas hampir semua anggota masyarakat untuk menerapkan tinggal di rumah dan  para pekerja diberlakukan work from home (WFH). Peningkatan jumlah kasus berlangsung cukup cepat di seluruh wilayah Indonesia. Tingginya kasus Covid -19 pada masyarakat salah satunya disebabkan masyarakat belum mejalankan pola hidup bersih dan sehat untuk memutus mata rantai Covid -19. Tujuan pengmas melalui program kemitraan masyarakat meningkatkan kemampuan anggota gugus tugas Covid  dalam mensosialisasikan pola hidup sehat, aman dan produktif sehingga terbebas dari Covid-19 di Rw.05 Kelurahan Penggilingan Elok I Jakarta Timur. Metode yang digunakan dengan pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan kampung sehat terbebas Covid-19 berbasis pencegahan penularan dan bina suasana melalui peningkatan pengetahuan pencegahan penularan dan ketrampilan menerapkan protokol kesehatan yaitu cuci tangan, menggunakan masker dan cara membuat hand sanitizer serta cara melakukan skrining mandiri risiko Covid-19 pada anggota gugus tugas penaggulangan Covid-19 Rw. 05 Kelurahan Penggilingan Elok I Jakarta Timur. Adapun hasil dari kegiatan ini terbentuknya Kampung Sehat Bebas Covid-19 melalui pemberdayaan masyarakat Rw 05 kelurahan penggilingan Elok I Cakung Jakarta Timur. Terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan tentang pencegahan penularan Covid-19 sebanyak 17.3   (25%). 100% peserta tersosiaisasi penggunakan aplikasi scining risiko Covid-19. 
EDUKASI POKEMON TB BERBASIS MEDIA SOSIAL TENTANG PENCEGAHAN TUBERKULOSIS PADA SISWA SMP DITENGAH PANDEMIK COVID 19 Erni Rita; Eni Widiastuti; Rully Mujiastuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.4.2.110-116

Abstract

Pokemon adalah Pengobatan TB dengan Tepat dan cepat, kenali tanda dan gejala TB pada anak, monitoring pengobatan TB sampai Sembuh. Edukasi  kesehatan merupakan aspek besar dalam praktik keperawatan sebagai nursing educator. Berbagai strategi dan upaya dilakukan demi menekan angka kejadian TB salah satunya dengan pendidikan kesehatan. Pendidikan Kesehatan dengan pokemon melalui media social disampaikan kepada Siswa SMP Muhammadiyah 3 Jakarta sebanyak 104 peserta, Media informasi disampaikan berupa poster, Video animasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pencegahan penularan TB terutama pada usia remaja,. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 21 Agustus sampai 27 Agustus 2021 secara virtual melalui media social Intagram(IG) dan Whatsapp grup.akun IG adalah Pokemonfortb, sedangkan di Whatsapp grup dengan nama Pengmas Edukasi TB. Hasil Evaluasi menunjukan Rata-rata nilai pre test adalah 74,42 dan rata-rata nilai post test adalah 84,81. Pemberian edukasi kesehatan berbasis media sosial oleh perawat merupakan upaya yang dapat digunakan pada situasi pandemi yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan tumbuh kembang remaja sehingga . Media ini dapat digunakan sebagai salah satu upaya preventif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pencegahan penularan TB. 
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN KADER DALAM UPAYA PENEMUAN KASUS TB Ernirita; Awaliah; Masmun Zuryati; Erwan Setiyono
Perspektif Vol 1 No 3 (2022)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.523 KB) | DOI: 10.53947/perspekt.v1i3.154

Abstract

Abstrak Indonesia menempati peringkat kedua dengan kasus (TB) tertinggi di dunia. Oleh sebab itu diperlukan strategi dalam penemuan kasus TB. Penelitian ini bertujuan meneliti pengaruh Pendidikan kesehatan dengan media Audio Visual terhadap pengetahuan kader dalam upaya penemuan kasus TB. Disain penelitian ini adalah pre eksperimen dengan desain One group pre-post test design. Sebanyak 10 orang kader terpilih sebagai responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner berupa google form. Hasil penelitian menunjukkan Usia kader 70% berusia 41 tahun -50 tahun, mayoritas berpendidikan SMA (60%), sedangkan lama menjadi Kader TB mayoritas antara 1 tahun sampai 2 tahun (80%). Hasil analisis diketahui bahwa skor kader sebelum diberikan Pendidikan kesehatan dan setelah diberikan Pendidikan mengalami peningkatan yang signifikan. Nilai rerata skor hasil pre test adalah 69,30 dan setelah pelatihan meningkat menjadi 76,00., Hasil menunjukan ada perbedaan yang signifikan pengetahuan Kader sebelum dan sesudah dilakukan Pendidikan kesehatan (P value =0,007), dengan ini maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara nilai ujian pre test dan nilai ujian pos test. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian Pendidikan Kesehatan dengan Audio Visual dapat digunakan dalam peningkatan pengetahuan kader dalam penemuan kasus TB. Abstract Indonesia ranks second with the highest cases (TB) in the world. Therefore, a strategy is needed in TB case finding. This study aims to examine the effect of health education with audio-visual media on cadres' knowledge to find TB cases. The design of this study was a pre-experimental design with a One group pre-post test design. A total of 10 cadres were selected as respondents using the purposive sampling technique. The research instrument used a questionnaire in the form of a google form. The results showed that 70% of cadres were aged 41 -50 years. The majority had high school education (60%), while most TB cadres had been between 1 year and two years (80%). The analysis results showed that the score of cadres before being given health education and after being given education experienced a significant increase. The mean score of the pre-test results was 69.30 and increased to 76.00. The results showed a considerable difference in Cadre knowledge before and after health education (P-value = 0.007). Thus scores can consider a significant difference between pre-test and post-test scores. It can be regarded as Audio Visual to increase cadres' knowledge in TB case finding.
Empowerment of Aisyiyah kindergarten teachers in early detection of tuberculosis Rohimi Zamzam; Erni Rita; Dewi Purnamawati; Azmi Al-Bahij
Community Empowerment Vol 6 No 11 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.899 KB) | DOI: 10.31603/ce.5287

Abstract

The increase in tuberculosis incidence in adults has implications for the increase in cases of tuberculosis in children. Tuberculosis in children has a long-term effect on the growth and development of children so that early prevention efforts are needed. Kindergarten school teachers are the closest people after parents who have an important role in early detection of tuberculosis in children. This activity aims to empower kindergarten school teachers in conducting early detection of tuberculosis in school children through health education activities. This activity was carried out on August 18-19, 2020 virtually, with lecture, discussion and simulation techniques, and was attended by 79 Aisyiyah Kindergarten teachers in DKI Jakarta. The evaluation results show that the average value of the pretest was 57.78 and the average value of the posttest was 72.02. Statistically, there is a significant difference in the average knowledge value of participants before and after health education. In addition, 74% of participants felt that the material provided was very useful, but there were also those who felt that the network was constrained, such as voices that were not clear and echoed.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PELAKSANAAN PROTOKOL KESEHATAN PENCEGAHAN COVID-19 PADA SISWA SMP MUHAMMADIYA 3 JAKARTA : Analysis of Factors Associated with Compliance with the Implementation of the Covid-19 Prevention Health Protocol in Muhammadiyah 3 Middle School Students, Jakarta Eni Widiastuti; Erni Rita; Erwan Setiyono; Awaliah; Masmun Zuryati; Idriani
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 1 (2023): JIKep | Februari 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i1.1420

Abstract

Pendahuluan : Pandemi Covid-19 telah merubah seluruh aspek kehidupan termasuk di dunia  pendidikan. Setelah sebelumnya pembelajaran harus dilakukan secara daring untuk mencegah penularan Covid-19, kini tatap muka sudah boleh dilaksanakan namun dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Tujuan: Pada penelitian ini terdapat hubungan sikap dengan kepatuhan pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 pada pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah SMP Muhammadiyah 3 Jakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif  analitik, dengan pendekatan cross-sectional. Tehnik pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 110 siswa. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sikap berhubungan dengan kepatuhan dengan p value 0,013, analisis faktor risiko didapatkan OR 2,28, CI 95%  ( 1,305-6,1300 ),  artinya dari hasil didapatkan bahwa sikap mempunyai   hubungan yang signifikan dengan kepatuhan, dan sikap yang kurang baik berisiko 2,28 kali ketidak patuhan dalam pelaksanaan protokol kesehatan dibandingkan dengan sikap yang baik.  dan untuk variabel pengetahuan siswa terhadap protokol kesehatan Covid-19 didapatkan p value  0,058 artinya pengetahuan tidak hubungan dengan kepatuhan protokol kesehatan, dan tidak menjadikan faktor risiko terhadap ketidak patuhan protokol kesehatan Kesimpulan: Edukasi protokol kesehatan tetap diberikan untuk membentuk sikap yang baik terhadap protokol kesehatan dan perlunya pemantauan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan melalui PHBS di sekolah untuk meningkatkan kepatuhan siswa terhadap pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah SMP Muhammadiyah 3 Jakarta.
Pemberdayaan Kemandirian Warga Sekolah Sehat dan Peduli TBC dalam Gerakan Bersama (Geber) Melawan Tuberkulosis Ernirita Ernirita; Rully Mujiastuti; Awaliah Awaliah; Masmun Zuryati; Eni Widiastuti; Idriani Idriani; Erwan Setiyono; Putri Fadlilatun Nazilah; Syahla Tazkiya
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v3i2.207

Abstract

Penularan Mycobacterium tuberculosis (MTB) merupakan penyebab utama infeksi secara global. Penularan terjadi di dalam rumah dan di luar rumah, termasuk dalam satuan Pendidikan Sekolah. Pengabdian menggunakan sebuah metode untuk menangani kasus MTB berupa Gerakan Pemberdayaan (GEBER), Bina Suasana dan Advokasi. Hasil yang diperoleh adalah terbentuknya Kelompok Peduli Tuberkulosis (TBC) untuk menemukan suspeks TBC pada siswa, terbentuknya kawasan sadar TBC, dan revitalisasi UKS melalui terbentuknya kepengurusan Sekolah Sehat.
HUBUNGAN ASUPAN MAKANAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN MALNUTRISI PADA REMAJA DI WILAYAH KECAMATAN SENEN: A Correlation between Food Intake and Physical Activity with the Incidence of Malnutrition in Adolescents in the Senen District Area Awaliah Awaliah; Eni Widiastuti; Idriani; Erni Rita; Erwan Setiyono; Masmun Zuryati
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 2 (2023): JIKep | Juni 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i2.1570

Abstract

Pendahuluan: Malnutrisi pada remaja masih menjadi masalah global yang terjadi baik di negara berkembang maupun di negara maju di dunia. Strategi pencegahan dan penanganan berbagai bentuk malnutrisi pada remaja ditetapkan oleh Unicef, salah satu diantaranya adalah melalui program nutrisi dan aktivitas fisik pada remaja. Tujuan: Menegetahui hubungan asupan makanan dan aktivitas fisik dengan kejadian malnutrisi pada remaja di wilayah kecamatan senen. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel dengan purposive sampling. dengan jumlah sampel sebanyak 110 remaja. Hasil: Terdapat hubungan asupan makanan dengan kejadian malnutrisi p value 0,037, analisis faktor risiko didapatkan nilai OR 1.385, CI 95%, (1,020-1.808), artinya remaja yang memiliki asupan makanan tidak baik berisiko 1.385 kali memiliki status gizi tidak normal dibandingkan remaja dengan asupan nutrisi yang baik. Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian malnutisi pada remaja p value 0,351. Kesimpulan: Status gizi pada remaja dapat ditingkatkan melalui asupan makanan yang baik sesuai pedoman gizi seimbang dan aktivitas fisik sebagai faktor penyeimbang untuk mencegah malnutrisi.