Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, merupakan salah satu sentra penghasil apel yang mengalami tantangan dalam budidaya apel akibat penggunaan sistem pertanian konvensional yang bergantung pada pupuk kimia dan pestisida. Hal ini menyebabkan penurunan kualitas lahan, resistensi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), serta meningkatnya biaya produksi. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Tim dosen Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani apel di Desa Madiredo melalui sosialisasi dan penerapan teknologi ramah lingkungan, khususnya pemanfaatan agens hayati. Kegiatan ini meliputi survei lahan, pelatihan, diskusi, dan praktek langsung aplikasi agens hayati. Materi utama yang disampaikan mencakup pengelolaan OPT secara terpadu, pemanfaatan agens hayati, serta aplikasi yang tepat dan bijaksana. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari petani peserta yang diukur melalui diskusi interaktif dan pre-test. Tantangan utama meliputi kondisi tanaman yang tua, fluktuasi harga apel, dan rendahnya produktivitas akibat serangan OPT serta penurunan kesuburan tanah. Dengan pendekatan sistematis melalui sekolah lapang, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran petani terhadap pentingnya praktik pertanian berkelanjutan. Diharapkan, pendampingan ini menjadi pondasi untuk mewujudkan sistem pertanian apel yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Copyrights © 2024