Perpustakaan madrasah swasta di lingkungan pondok pesantren rural sering kali dihadapkan pada kendala struktural tata kelola konvensional, keterbatasan anggaran, serta rendahnya kompetensi kepustakawanan tenaga pengelola. Masalah tersebut teridentifikasi di Perpustakaan MA Al-Muwahhidin Lelede, Lombok Barat, yang melayani 195 siswa dan 39 guru, di mana rasio koleksi buku berada di bawah standar nasional, pelayanan sirkulasi masih manual, dan petugas harus membagi waktu dengan tugas mengajar. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk melakukan pendampingan, redesain program kerja tahunan, dan penguatan kapasitas tata kelola perpustakaan agar mampu memenuhi indikator Standar Nasional Perpustakaan (SNP). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Pendampingan Partisipatif (Participatory Action and Assistance) melalui workshop mandiri yang mengeksekusi delapan pilar manajemen koleksi taktis, penataan ulang tata letak interior yang ergonomis, formulasi Standar Operasional Prosedur (SOP) sirkulasi tertulis, serta aktivasi gerakan "Santri Membaca" dan resensi buku mingguan. Hasil evaluasi komprehensif berbasis instrumen baku SNP yang difinalisasi pada 17 April 2026 menunjukkan keberhasilan intervensi dengan capaian skor akumulatif sebesar 85% (Kategori Baik). Komponen standar penyelenggaraan dan pengelolaan meraih persentase tertinggi sebesar 87,5% berkat adanya legalitas struktur organisasi dan dokumen program kerja yang adaptif. Simpulan dari kegiatan PKM ini adalah bahwa penertiban administrasi manual, standardisasi klasifikasi Dewey Decimal Classification (DDC) yang disederhanakan, dan pemanfaatan modal sosial pesantren terbukti efektif mentransformasi mutu layanan perpustakaan secara substansial tanpa ketergantungan biaya tinggi, sekaligus meletakkan fondasi administrasi yang matang menuju rintisan otomasi perpustakaan digital di masa mendatang.
Copyrights © 2026