Dengan menerapkan pembelajaran berbasis digital diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di Indonesia, seperti melalui media belajar interaktif menggunakan website dan simulator sederhana. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi profil kemampuan berpikir kritis siswa dengan memanfaatkan penilaian formatif dalam proses pembelajaran fisika di tingkat SMA. Metode penelitian termasuk dalam penelitian pendahuluan dengan sampel 63 siswa SMA di Surabaya, Jawa Timur. Teknik pengumpulan data meliputi pembagian tes keterampilan beprikir kritis, survei tanggapan siswa, dan wawancara dengan guru fisika. Penelitian ini memberikan hasil yang signifikan pada rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa dengan 32 siswa dalam kategori sangat rendah, indikator terendah adalah inferensi dan tertinggi adalah evalusi. Sedangkan proses pembelajaran yang masih menggunakan metode pembelajaran konvensional dapat memengaruhi rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, penting untuk memanfaatkan teknologi, terutama pada media pembelajaran fisika.
Copyrights © 2026