Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan bertani masyarakat di Desa Sukaharja, Ciomas, melalui optimalisasi lahan tidur dan pekarangan terbatas berbasis tanaman sayuran. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh mulai lunturnya nilai-nilai bertani di kalangan warga setempat serta minimnya pemanfaatan lahan kosong di lingkungan sekitar. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif (participatory approach) melalui tiga tahapan utama: perencanaan, pelaksanaan fisik (pembangunan saung dan rumah kaca mini, penyediaan logistik tani, serta penanaman), serta monitoring dan evaluasi teknis yang berjalan selama satu tahun dengan dua kali ulangan. Hasil evaluasi kualitatif menunjukkan adanya peningkatan kohesivitas sosial dan keberhasilan pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai wadah belajar dan unit produksi. Secara kuantitatif, analisis berbasis Knowledge Management (KM) versi pengetahuan objek (object-based knowledge) terhadap 20 responden menghasilkan indeks rata-rata keseluruhan yang tinggi sebesar 3,97. Dimensi Knowledge Acquisition (Pemerolehan) mencatatkan skor tertinggi (4,18) berkat efektivitas penyuluhan pakar dan kebun percontohan (demplot). Keberhasilan tersebut didukung oleh Knowledge Storage (3,92) untuk retensi kearifan lokal, serta Knowledge Sharing (3,89) yang mengandalkan modal sosial kelompok. Output dari Knowledge Application (3,92) berupa adopsi rumah kaca dan rintisan komposter mandiri secara nyata menghasilkan dampak dan keberlanjutan program (Outcomes = 3,95). Program ini terbukti memberikan dampak ganda yang terukur bagi warga, yaitu pemenuhan kecukupan gizi keluarga sehat secara mandiri sekaligus memberikan nilai tambah (added value) ekonomi berupa penghematan belanja dapur harian.
Copyrights © 2026