Perilaku merokok pada kelompok remaja masih menjadi tantangan kesehatan yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap aspek fisik, psikologis, maupun sosial. Upaya pencegahan tidak cukup dilakukan melalui peningkatan pengetahuan semata, tetapi juga perlu diarahkan pada penguatan self-efficacy sebagai faktor yang mendukung kemampuan remaja untuk menghindari perilaku merokok. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah pendidikan kesehatan berbasis video animasi yang mampu menyampaikan informasi secara menarik melalui kombinasi unsur visual dan audio. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan berbasis video animasi terhadap self-efficacy berhenti merokok pada remaja. Penelitian menggunakan desain preexperimental dengan rancangan one-group pretest–posttest. Populasi dalam penelitian ini 317 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 29 siswa kelas X dan XI SMA dipilih sebagai responden melalui teknik simple random sampling. Pengukuran self-efficacy berhenti merokok dilakukan menggunakan instrumen Smoking Abstinence Self-Efficacy Questionnaire (SASEQ). Data dikumpulkan sebelum dan sesudah pelaksanaan intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rerata skor self-efficacy berhenti merokok dari 16,86 pada pengukuran awal menjadi 20,41. Analisis statistik memperoleh nilai p sebesar 0,001 (p < 0,05), yang menandakan adanya perbedaan bermakna antara skor sebelum dan sesudah intervensi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan berbasis video animasi memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan self-efficacy berhenti merokok pada remaja. Dengan demikian, video animasi berpotensi dimanfaatkan sebagai media pendidikan kesehatan yang efektif dalam mendukung program pencegahan merokok di lingkungan sekolah melalui penguatan keyakinan diri remaja untuk menolak perilaku merokok.
Copyrights © 2026