Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh Emotional Dissonance terhadap turnover intention pada karyawan Generasi Z dengan emotional exhaustion sebagai variabel mediasi. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 125 responden dan dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Emotional Dissonance berpengaruh positif dan signifikan terhadap emotional exhaustion dan turnover intention. Selain itu, emotional exhaustion juga berpengaruh positif terhadap turnover intention serta terbukti memediasi hubungan antara Emotional Dissonance dan turnover intention. Temuan ini menunjukkan bahwa ketidaksesuaian emosi dalam pekerjaan dapat meningkatkan keinginan karyawan Generasi Z untuk meninggalkan organisasi, baik secara langsung maupun melalui kelelahan emosional.
Copyrights © 2026