Penelitian ini bertujuan memetakan kondisi pembelajaran membaca pemahaman di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai dasar pengembangan model Problem-Based Learning (PBL). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 120 siswa kelas X dari SMK di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Data dikumpulkan melalui angket yang mencakup lima aspek utama, yaitu tingkat kesenangan membaca, pemahaman terhadap tujuan pembelajaran, model pembelajaran yang digunakan guru, metode pembelajaran, dan teknik pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki sikap positif terhadap pembelajaran membaca pemahaman. Meskipun model pembelajaran langsung masih menjadi pilihan yang dominan, siswa juga menunjukkan ketertarikan yang cukup tinggi terhadap model Problem-Based Learning (PBL) dan Project-Based Learning (PjBL) yang lebih interaktif dan kolaboratif. Selain itu, metode diskusi kelompok dan teknik pembelajaran kolaboratif menjadi strategi yang paling disukai karena mampu mendorong keterlibatan aktif dan konstruksi makna secara sosial. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran membaca pemahaman di SMK perlu diarahkan pada pendekatan yang lebih partisipatif, kontekstual, dan berbasis masalah. Penelitian ini memberikan fondasi empiris dan konseptual sebagai dasar pengembangan model Problem-Based Learning (PBL).
Copyrights © 2026