Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk kuasa bahasa dalam Serat Pararaton, menganalisis struktur dan fungsi teks berdasarkan perspektif Strukturalis Praha, serta mengkaji pemanfaatannya sebagai sumber pembelajaran sastra lisan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana sastra terhadap naskah transliterasi Serat Pararaton, khususnya pada bagian yang memuat mitos, penobatan, dan konflik politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legitimasi kekuasaan dalam Serat Pararaton dibangun melalui mitologisasi tokoh, penggunaan simbol dan gelar sakral, transformasi tindakan kekerasan menjadi narasi heroik, serta konstruksi oposisi biner yang menempatkan penguasa sebagai pihak yang sah dan luhur. Dari perspektif Strukturalis Praha, fungsi bahasa tidak hanya berperan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai instrumen ideologis yang membentuk dominasi, hegemoni, dan penerimaan sosial terhadap kekuasaan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa Serat Pararaton merupakan teks yang secara strategis menggunakan kuasa bahasa untuk mengonstruksi, mempertahankan, dan melegitimasi kekuasaan melalui sistem simbolik dan naratif yang kompleks. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kajian sastra klasik berbasis Strukturalisme Praha dan kontribusi praktis bagi pengembangan pembelajaran sastra lisan yang kritis, reflektif, dan kontekstual.
Copyrights © 2026