Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENERAPAN TEORI CONNECTIONISM DALAM PEMBELAJARAN SUSUN HURUF SISWA MI DARUSSALAM GRESIK Umi Latifah
BASA Journal of Language & Literature Vol 1, No 1 (2021): Bulan 04 Tahun 2021
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/basa.v1i1.10927

Abstract

Abstract: This research is motivated by children becoming the spirit of learning in various creative ways given by teachers or parents to children. Many ways and theories in learning exist to increase the spirit of children in the learning process, one of which is the theory of connectionism. Because it takes stimulus to train the development of the child in order to produce a response that is in accordance with the stimulus provided by practicing and appreciating the child's results. This article limits the problem to the application of connectionism theory with the law contained in the theory, namely the law of readiness, the law of practice, and the law of consequence. This study uses a qualitative approach. The design of this research is descriptive. This research data was obtained by conducting observations of learning activities of MI Darussalam Gresik students. The population of this study is junior high school students. The sample of this study is a grade 1 student of MI Darussalam Gresik. The data collection techniques used are descriptive. Based on the observations of learning obtained, 1)the law of readiness of STUDENTS MI Darussalam Gresik, 2)the law of training students MI Darussalam Gresik, and 3) the law due to students MI Darussalam GresikKeywords: learning, connectionism, lettering
PENERAPAN TEORI CONNECTIONISM DALAM PEMBELAJARAN SUSUN HURUF SISWA MI DARUSSALAM GRESIK Umi Latifah
BASA Journal of Language & Literature Vol. 1 No. 1 (2021): Bulan 04 Tahun 2021
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/basa.v1i1.10927

Abstract

This research is based on the background of children becoming enthusiastic about learning in various creative ways given by teachers or parents to children. Many ways and theories in learning exist to increase children's enthusiasm in the learning process, one of which is the theory of connectionism. Because it takes a stimulus to brain development in children in order to produce a response that matches the stimulus given by practicing and appreciating children's results. This article limits the problem to the application of connectionism theory with the laws in the theory, namely the law of readiness, the law of practice, and the law of effect. This research uses a qualitative approach. The design of this research is descriptive. This research data was obtained by observing the learning activities of MI Darussalam Gresik students. The population of this research is junior high school students. The data collection technique used was descriptive. Based on learning observations obtained, 1) the law of readiness of MI Darussalam Gresik students, 2) the law of practice of MI Darussalam Gresik students, and 3) the law of consequences of MI Darussalam Gresik students.
FUNGSI ESTETIK GAYA BAHASA MASYARAKAT INDONESIA DALAM PERSPEKTIF ALIRAN PRAHA Umi Latifah; Hasan Busri; Abdul Rani
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sebagai suatu bentuk estetik, maka gaya bahasa mempunyai peran penting dalam menampilkan adanya bahasa iklan dengan indah. Fungsi estetik ini muncul pada penelitian ini yang bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi estetik gaya bahasa bahasa iklan dalam perspektif Aliran Praha. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif . iklan menjadi sumber data penelitian ini, sedangkan datanya diambil dari fungsi estetik yang dipresentasikan dari tataran sintaksis gaya bahasa. Pada tataran sintaksis fungsi estetik didukung oleh gaya bahasa yang terdiri dari klimaks, antitesis, dan repetisi. Gaya bahasa klimaks menyibak fungsi estetik dari cara gradasi bahasa rendah ke tinggi. Gaya bahasa antitesis menyibak fungsi estetik dalam lawan yang tepat atau pertentangan yang benar-benar. Gaya bahasa repetisi menyibak fungsi estetik bahasa dalam pengulangan bunyi dalam suku kata, kata dalam kalimat yang melahirkan bentuk estetik dalam suatu kalimat.Kata kunci: Fungsi Estetik,Gaya Bahasa, Masyarakat Indonesia, Linguistik Aliran Praha.
Retorika estetik bahasa iklan online Ramadan 2022: Kajian Fungsional Aliran Praha Latifah, Umi; Busri, Hasan; Badrih, Moh
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.22546

Abstract

Retorika menampilkan kebenaran dengan menata tutur secara efektif dan etis dengan kemampuan menggunakan bahasa yang indah dan mempesona bagi orang lain. Dalam kegiatan berkomunikasi, estetika linguistik fungsional Aliran Praha muncul peranannya, seperti dalam bahasa iklan Ramadhan 2022. Analisis ini penting dilakukan karena bertujuan untuk menyibak keindahan bahasa iklan sebagai bahasa pemasaran produk telebih pada iklan Ramadan 2022. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan estetika fungsional pada tingkatan fonologi, sintaksis, dan semantik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena proses analisis mendapatkan data deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah iklan online Ramadan 2022 dengan menggunakan teknis analisis data transkrip dari bahasa lisan ke dalam bahasa tulis. Sumber data penelitian ini diambil dari tayangan iklan bulan Ramadan 2022, sedangkan data penelitian tentang estetika fungsional disajikan pada tingkatan fonologis, sintaksis, dan semantik. Berdasarkan hasil penelitian, estetika fungsional bahasa tingkatan fonologis yang menjadi fungsi keseluruhan dapat dilihat dari asonansi dan aliterasi. Pada tataran sintaksis fungsional-estetik terdapat paralelisme struktural yang dibentuk oleh fungsi sintaksis, kategori sintaksis, peran sintaksis dan didukung oleh gaya bahasa yang terdiri dari klimaks, antitesis dan repetisi. Pada tingkatan semantik, kesejajaran makna (makna paralel; elemen segmental penghasil makna merupakan pelengkap dari fungsi pemuasan makna yang semakin kuat) dengan fungsi preposisi. Berdasarkan hasil penelitian ini, fungsi estetik mulai dari kesedapan bunyi, bentuk, dan makna akan diulas secara lengkap. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk memperkuat aspek retorika estetika iklan dalam bidang fonologi, sintaksis, dan semantik.
Edukasi budaya daerah berbasis permainan interaktif untuk meningkatkan kesadaran generasi Z Latifah, Umi; Elisatussya'bania; Nur’aini, Dewi Ayu; Zulinar, Ariel Teta; Agustin, Nihla Akhyaro; Cahya, Herawaty Dwi; Ridalloh; Dewa, Romero Rafliansyah Kusuma; Pribadi, Achmad Afif Fajar; Sulistiono, Rachmad; Irawan, Zamrony
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i1.22388

Abstract

Generasi Z dikenal sebagai generasi yang tumbuh di era digital, yang memiliki keterikatan kuat dengan teknologi namun cenderung kurang mengenal budaya lokal. Fenomena ini menimbulkan tantangan dalam pelestarian dan peningkatan kesadaran budaya daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi program edukasi budaya daerah berbasis permainan interaktif sebagai solusi untuk meningkatkan kesadaran budaya di kalangan Generasi Z. Kajian teori dalam penelitian ini meliputi konsep pembelajaran interaktif, teknologi pendidikan, dan pentingnya kesadaran budaya. Metode penelitian menggunakan metode participatory action research (PAR), yang terdiri dari tiga kata yang berhubungan satu sama lain, yaitu partisipasi, riset, dan aksi dengan pengembangan media permainan interaktif yang memadukan unsur budaya lokal. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa sekolah menengah yang mewakili Generasi Z. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket pre-test dan post-test terkait tingkat kesadaran budaya sebelum dan setelah penerapan permainan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kesadaran budaya di kalangan peserta setelah mengikuti program edukasi berbasis permainan interaktif. Program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman tentang budaya lokal, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan relevan dengan gaya hidup Generasi Z. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan permainan interaktif merupakan strategi efektif dalam upaya melestarikan budaya daerah dan meningkatkan kesadaran budaya di kalangan generasi muda.
Pengembangan Ekonomi Kreatif Melalui Kain Tenun dengan Menggunakan Strategi Pemasaran Digital Latifah, Umi; Thohirin, Ahmad; Etiyasningsih, Etiyasningsih
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v5i1.489

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi industri kain tenun tradisional di Desa Wedani, dengan fokus pada aspek produksi, kualitas produk, teknik pembuatan, dan kontribusi terhadap perekonomian lokal. Melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi pelaku industri, seperti keterbatasan akses pasar, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap produk lokal, dan kurangnya inovasi dalam strategi pemasaran. Selain itu, pengabdian ini mengevaluasi strategi pemasaran tradisional yang diterapkan oleh pengrajin, menyoroti efektivitas dan kelemahan dalam menjangkau konsumen potensial. Selanjutnya, penelitian ini mengeksplorasi potensi pemasaran digital sebagai solusi untuk mengatasi tantangan yang ada. Penggunaan berbagai platform digital, termasuk media sosial dan e-commerce, diharapkan dapat meningkatkan jangkauan pasar dan penjualan produk kain tenun. Penelitian ini juga menganalisis dampak implementasi strategi pemasaran digital terhadap penjualan dan kesejahteraan pengrajin kain tenun, dengan penekanan pada perubahan volume penjualan, jangkauan pasar, dan peningkatan pendapatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penerapan pemasaran digital tidak hanya mampu meningkatkan penjualan dan pendapatan pengrajin, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap produk lokal. Dengan demikian, penelitian ini menyarankan pentingnya integrasi strategi pemasaran digital dalam pengembangan industri kain tenun untuk memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi lokal di Desa Wedani.
Gaya Bahasa Asonansi dan Aliterasi pada Q.S At-Takwir Juz 30: Kajian Fonologi Fungsional Estetik Umi Latifah; Moh. Badrih
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v6i2.15181

Abstract

The focus of this research to analyzing patterns of the purpose of this study is to identify and analyze the patterns of assonance and alliteration in Q.S. At-Takwir, to understand how these phonological elements contribute to the aesthetic beauty and strengthen the meaning of the theological message contained in the surah. The research method used is a qualitative approach with a descriptive-analytical method. The data in this study are in the form of the text of Q.S. At-Takwir from the Qur'an. The stages of data analysis include data collection, identification and categorization, phonological analysis, data interpretation, drawing conclusions, and data validation. The results show that assonance creates a deep emotional atmosphere and strengthens the message, while alliteration adds rhythm, deepening the dramatic effect. Assonance and alliteration in Q.S. At-Takwir play an important role in beautifying the text, building rhythm, and strengthening the theology of the message, indicating that these phonological elements function more than just aesthetics, but as a means of conveying a deep spiritual message.